Banjarnegara – Madrasah Aliyah (MA) Al Fatah Banjarnegara kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Wonosobo pada Jumat, 12 September 2025, tim debat Bahasa Inggris MA Al Fatah sukses meraih juara 3 setelah melewati rangkaian kompetisi.
Tim debat ini beranggotakan tiga siswi, yaitu Maulida Zahra Asia, Aisyul Fauziah, dan Nathania. Dengan bimbingan intensif dari guru pendamping mereka, Yusuf Abid, ketiganya tampil solid dalam menyusun argumen, berdiskusi, serta menyampaikan pandangan dalam bahasa Inggris yang runtut dan meyakinkan.
Ajang debat ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Setiap tim ditantang untuk menguasai isu-isu aktual, menyusun argumen logis, serta mempertahankan pandangannya dengan gaya bahasa yang fasih dan sikap percaya diri. Di tengah persaingan yang sangat ketat, tim MA Al Fatah mampu menunjukkan kualitas dan karakter yang kuat sehingga menempati posisi tiga besar.
Kepala MA Al Fatah, Fitri Muhlisoh, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga akademik dan keterampilan global. “Alhamdulillah, anak-anak kita bisa meraih juara 3 dalam lomba debat Bahasa Inggris tingkat provinsi. Ini adalah kemenangan yang patut kita syukuri bersama. Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah juga mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim, Maulida Zahra Asia, menyampaikan syukur setelah dinyatakan meraih juara. “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa membawa nama baik madrasah. Berkat kekompakan tim, arahan guru pembimbing, serta doa dari guru dan teman-teman, akhirnya kami bisa mencapai juara 3. Semoga ke depan kami bisa tampil lebih baik lagi dan meraih hasil yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Guru pembimbing, Yusuf Abid, juga memberikan apresiasi atas kerja keras anak didiknya. Menurutnya, perjuangan mereka bukan hanya sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga tentang pengalaman berharga dan pembelajaran hidup. Ia menekankan bahwa keberanian untuk tampil dan mengasah keterampilan berbahasa Inggris akan menjadi bekal penting bagi masa depan para siswa.
Keluarga besar MA Al Fatah menyambut prestasi ini dengan penuh rasa syukur. Keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi siswa-siswa lain untuk terus mengasah kemampuan dan tidak takut bersaing. Semoga prestasi ini menjadi awal dari capaian yang lebih besar, dan semoga para siswa senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, serta keberkahan dalam meraih cita-cita. (DW)







