Banjarnegara (Humas) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Salah satu tim riset unggulan madrasah ini, Tim Decision Tree, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam ajang bergengsi Lomba Peneliti Belia (LPB) PUTech 2025 yang digelar di Semarang pada awal September. Prestasi tersebut menempatkan Tim Decision Tree dalam jajaran enam besar nasional dan mengantarkan mereka melaju ke babak grand final yang akan dilaksanakan di Tangerang pada awal Oktober mendatang.
Tim Decision Tree digawangi oleh Fadey Arkana Bintara Valiant dan Zaskya Anugerah Maydiana, dua siswa berbakat yang tergabung dalam Kelas Unggulan Riset MTsN 1 Banjarnegara. Karya penelitian mereka mengusung judul Implementasi Algoritma Decision Tree untuk Klasifikasi Mutu Air dengan Tambahan Parameter Mikroplastik sebagai Detektor Kualitas Air Sungai Berbasis Machine Learning.
Menurut Fadey, penelitian ini berangkat dari kepedulian mereka terhadap kualitas air sungai yang semakin menurun.
“Kami melihat banyak sungai di sekitar kita yang mulai tercemar, salah satunya oleh mikroplastik. Kami ingin memanfaatkan teknologi machine learning agar dapat membantu masyarakat mengetahui kualitas air dengan cara yang cepat dan akurat,” ungkap Fadey dengan penuh semangat.
Zaskya menambahkan bahwa penelitian ini memadukan ilmu sains dan teknologi digital yang mereka pelajari selama mengikuti Kelas Unggulan Riset.
“Proses penelitian ini cukup menantang, karena kami harus mengumpulkan data kualitas air, mengolahnya, hingga melatih model machine learning. Tapi kami senang karena kerja keras kami berbuah manis dengan lolosnya tim kami ke grand final,” kata Zaskya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengaku bangga dengan capaian tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa siswa MTsN 1 Banjarnegara mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan dalam bidang yang menuntut kreativitas dan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Kami berharap Tim Decision Tree bisa tampil maksimal di grand final nanti dan membawa pulang prestasi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kelas Unggulan Riset MTsN 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, yang sekaligus menjadi pembimbing penelitian Tim Decision Tree, menyampaikan rasa syukurnya.
“Proses pembimbingan tim ini memerlukan ketekunan, terutama dalam hal pemahaman algoritma dan pengolahan data. Saya senang melihat Fadey dan Zaskya sangat antusias, mereka mampu belajar dengan cepat dan menyelesaikan penelitian tepat waktu. Lolos ke enam besar nasional adalah pencapaian luar biasa yang akan memotivasi tim-tim riset lain di madrasah ini,” terang Tri Widayati.
Ajang LPB PUTech 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah menengah se-Indonesia. Babak presentasi di Semarang menilai tidak hanya kualitas hasil penelitian, tetapi juga kemampuan peserta dalam mempresentasikan ide dan menjawab pertanyaan juri.
Dengan keberhasilan ini, Tim Decision Tree kini mempersiapkan diri menghadapi babak grand final di Tangerang. Mereka bertekad memperbaiki presentasi, menyempurnakan model penelitian, dan tampil lebih percaya diri.
“Kami ingin memberikan yang terbaik di grand final nanti. Kami juga berharap doa dan dukungan dari seluruh warga MTsN 1 Banjarnegara agar bisa mengharumkan nama madrasah,” pungkas Fadey dan Zaskya kompak.
Prestasi ini semakin mengukuhkan MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi peneliti muda yang inovatif dan siap bersaing di era digital. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi, sekaligus mendukung visi madrasah untuk mencetak generasi yang berkarakter, kreatif, dan berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional. (Lin/La)







