Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanayasa kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin yang bertempat di Balai Nikah KUA Wanayasa, Senin (6/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 6 pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Wanayasa yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan wawasan kepada calon pengantin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Dengan bimbingan ini, diharapkan pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Sebagai fasilitator, Toto Subagyo, Penyuluh Agama Islam KUA Wanayasa, menyampaikan materi tentang “Lima Pilar Keluarga Sakinah”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya membangun rumah tangga yang berlandaskan iman, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama.
“Membangun keluarga sakinah bukan hanya tentang cinta, tetapi juga komitmen, komunikasi, dan kesalingan dalam menjalani kehidupan. Lima pilar ini menjadi pondasi agar keluarga tetap kokoh menghadapi berbagai ujian,” ujar Toto Subagyo dalam penyampaiannya.

Selain itu, kegiatan juga diisi oleh narasumber dari Puskesmas Wanayasa 1, Wied Yunita, yang memberikan materi tentang kesehatan reproduksi. Ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Kesehatan reproduksi perlu dipahami sejak awal pernikahan. Suami dan istri harus saling terbuka dan memahami kondisi masing-masing agar kehidupan rumah tangga berjalan dengan harmonis dan sehat,” tutur Wied Yunita.
Kegiatan berjalan dengan lancar, penuh semangat, dan diwarnai suasana kebersamaan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan yang sering muncul dalam kehidupan rumah tangga. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin yang telah mengikuti bimbingan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata, sehingga tercipta generasi keluarga yang berakhlak mulia, sehat, dan bahagia lahir batin. (sk, azd)







