“Lidah Tak Bertulang, Tapi Mematikan! Penyuluh Agama Islam Feti Sulistiyani Guncang Majelis Taklim Al-Latif Somawangi dengan Materi Bahaya Lisan”

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh semangat dan keakraban terasa di Majelis Taklim Al-Latif Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, saat Penyuluh Agama Islam Feti Sulistiyani memberikan penyuluhan dengan tema “Bahaya Lisan: Stop Ghibah dan Fitnah.”

Dalam penyampaian materinya, Feti Sulistiyani mengingatkan para jamaah tentang pentingnya menjaga lisan dari ucapan yang bisa menyakiti orang lain. Ia menegaskan bahwa ghibah dan fitnah bukan hanya merusak hubungan antar sesama, tetapi juga menghapus pahala kebaikan seseorang di hadapan Allah Swt.

 “Lidah tak bertulang, tapi bisa mematahkan persaudaraan dan menjerumuskan ke dosa besar. Karena itu, jagalah lisan sebagaimana kita menjaga hati,” tegas Feti di hadapan jamaah.

Dengan gaya penyampaian yang ringan, santai, namun sarat makna, Feti berhasil membuat suasana majelis menjadi hidup. Jamaah Majelis Taklim Al-Latif tampak antusias mengikuti penyuluhan tersebut, bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar pergaulan sehari-hari.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran aktif penyuluh agama dalam membimbing umat agar semakin bijak dalam bertutur kata, serta menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan masyarakat.

Majelis Taklim Al-Latif berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang mendidik dan menyentuh hati, agar umat semakin sadar pentingnya menjaga lisan demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. (F, azd)

Skip to content