Ajak Lansia Berdzikir, Penyuluh Agama Islam Sigaluh Bangkitkan Ketenangan dan Daya Ingat

Banjarnegara (Humas) – Sebagai upaya memberikan pembinaan rohani bagi para lanjut usia, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh melaksanakan kegiatan kepenyuluhan dengan mengajak para lansia di Panti Jompo Soekinto Prigi, pada Senin (6/10) untuk memperbanyak dzikir. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan rutin yang dilakukan penyuluh agama Islam Sigaluh di wilayah binaan. Dengan berdzikir dan mengingat Allah sebagai salah satu cara menjaga ketenangan hati serta melatih daya ingat.

“Berdzikir bukan hanya membuat hati menjadi tenang, tetapi juga menstimulasi pikiran agar tetap aktif. Ibarat hati sudah punya lampu, tinggal kita mau menyalakannya atau tidak dengan cara berdzikir dan membaca Al Qur’an, cahaya itu akan hidup dan menerangi jiwa dan otak kita pun ikut terlatih,” ujar salah satu penyuluh dalam tausiyahnya.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh Elok Faiqoh dan pembacaan surat-surat pendek oleh para lansia panti jompo, kemudian dilanjutkan tausiyah oleh Khalimatus Sya’diyah tentang latar belakang munculnya dzikir (asbabun wurud adz-dzikr). Semua penghuni diajak melafadzkan dzikir yang dipandu secara perlahan agar dapat diikuti oleh semua peserta. Dengan dzikir, menurut penyuluh adalah cara terbaik untuk menenangkan pikiran, memperkuat hati, serta menjaga daya ingat agar tidak mudah lupa di usia lanjut.

Suasana penyuluhan terasa penuh kehangatan dan kekhidmatan dengan para lansia yang duduk rapi mendengarkan dengan wajah yang antusias dan menirukan setiap lafadz dzikir. Salah satu penghuni panti, Ibu Semi mengungkapkan rasa bahagianya dengan senyum lebar atas hadirnya para penyuluh di Panti Jompo. “Saya senang sekali jika ada kegiatan seperti ini didatangi dari KUA, selain jadi tambah ilmu dan diingatkan untuk selalu dekat dengan Allah juga jadi penghibur, teman ngobrol jadi lupa sedih karena kangen keluarga. Nanti kalau ditinggal pulang sedih lagi ingat keluarga. Semoga penyuluh selalu diberi kesehatan dan bisa sering-sering ke sini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa besar arti kehadiran penyuluh agama bagi para lansia di panti jompo. Dzikir bukan hanya membawa ketenangan batin dan menstimulas daya ingat, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang yang mampu menghapus sepi di usia senja. Diharapkan kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan, agar para lansia senantiasa merasakan kehadiran kasih sayang dan perhatian dari sesama. Dzikir menjadi pelipur lara di masa senja menguatkan hati untuk terus bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan. (ef, azd)

Skip to content