Tingkatkan Pemahaman Fardhu Kifayah, Penyuluh Agama Islam Lakukan Penyuluhan Merawat Jenazah

Banjarnegara (Humas) – Sebagai upaya meningkatkan literasi keagamaan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah fardhu kifayah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, Turno mengadakan kegiatan penyuluhan bertema “Tata Cara Merawat Jenazah Menurut Syariat Islam”, pada Jumat Pagi (25/7). Kegiatan ini berlangsung di Mushola Miftahul Huda, Dusun Pundung, Desa Pandanarum, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Sebanyak 20 orang anggota majelis taklim setempat hadir sebagai peserta. Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, ibu-ibu pengajian, serta warga yang secara aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan dusun tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme masyarakat dalam memperdalam pengetahuan agama, khususnya dalam hal perawatan jenazah yang merupakan salah satu kewajiban kolektif umat Islam (fardhu kifayah).

Dalam penyuluhannya, Turno menjelaskan secara terperinci seluruh rangkaian proses perawatan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Beliau menekankan pentingnya mempersiapkan diri, baik secara ilmu maupun praktik, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada segelintir orang yang memahami hal ini.

“Ilmu merawat jenazah ini sebaiknya dimiliki oleh sebanyak mungkin orang di masyarakat. Ketika ada musibah kematian, kita bisa langsung sigap menanganinya dengan cara yang sesuai syariat. Ini adalah bagian dari pengabdian kita sebagai sesama muslim,” ungkap Turno saat menyampaikan materi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan praktis, mulai dari cara menghadapi jenazah yang terkena penyakit menular, hingga teknis dalam mengkafani yang sesuai kaidah. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman pribadi saat terlibat dalam perawatan jenazah di lingkungannya, yang kemudian dijadikan bahan diskusi bersama.

Salah satu peserta penyuluhan membagikan pengalamanya mengikuti kegiatan kepenyuluhan ini, “kegiatan ini sangat bermanfaat, kadang kami hanya ikut-ikutan saat ada orang meninggal. Setelah mengikuti penyuluhan ini, saya jadi lebih paham dan percaya diri kalau suatu saat diminta membantu memandikan atau mengkafani jenazah,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Turno menyampaikan harapannya agar peserta dapat menularkan ilmu yang didapat kepada warga lainnya, dan mendorong agar ilmu fardhu kifayah ini masuk dalam agenda pengajian rutin. Beliau juga menegaskan bahwa penyuluhan seperti ini akan terus digiatkan di berbagai dusun lainnya sebagai bagian dari pembinaan keagamaan masyarakat pedesaan. (ev/azd)

Skip to content