Banjarnegara – Sebanyak 25 siswa MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU Joyokusumo) mengikuti ekstrakurikuler rebana, sebuah wadah pengembangan bakat menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kecintaan seni Islam sejak dini. Kegiatan dilaksanakan sekali dalam seminggu pada hari Sabtu di serambi pondok. (18/10).
Ekstrakurikuler rebana ini menjadi salah satu primadona di antara ekstra lainnya. Antusiasme siswa terlihat setiap sesi latihan yang rutin dilaksanakan. Diikuti siswa kelas 2 sampai 5, mereka datang dengan semangat tinggi, menyerap ilmu dan keterampilan rebana.
Pelatih rebana klasik yaitu Yusuf, seorang pelatih yang sudah berkecimpung di dunia rebana belasan tahun di usia yang masih muda menjadikan dirinya pelatih profesional. Yusuf menjelaskan latihan rebana sekarang tentang memadukan musik dengan lagu yang dibawakan sehingga tercipta alunan lagu yang harmoni.
“Latihan sekarang yaitu memadukan musik darbuka, terbang, bas, vokal dengan lagu yang dibawa sehingga nantinya lagu tersebut enak didengar dan harmoni”, jelasnya.
Latihan rebana dimulai vokal berlatih beberapa lagu, terbang dengan Daffa pendamping pelatih mengajarkan kepada siswa kunci terbang, setelah itu semua alat musik akan dipadukan dengan lagu sampai terdengar harmoni. Dengan semangat siswa berlatih, alunan nada antar alat musik dan vokal sudah muncul keharmonian. Yusuf menambahkan, siswa mudah mengikuti latihan karena sudah terbiasa memainkan alat rebana sehingga mudah memahami. “Siswa terbilang cepat paham karena mereka sudah biasa main alat rebana sehingga langsung tanggap ketika mendengar lagu yang dibawakan”, ujarnya.
Haqin, siswa kelas VB menyampaikan dirinya antusias mengikuti ekstra rebana, menurutnya menyenangkan dapat menambah ilmu tentang kombinasi lagu dan meningkatkan bakat seni.
“Kegiatannya menyenangkan, saya bisa berlatih kombinasi antar lagu yang dibawakan, dan meningkatkan bakat seni saya”, ujarnya. (RF).







