Banjarnegara – Pelaksanaan ujian praktik kelas 6 di MI Al-Fatah Parakancanggah (MIFABARA) memasuki hari kedua dengan suasana yang tetap tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan. Pada hari ini, siswa mengikuti ujian praktik mata pelajaran Fikih dan Aswaja yang berfokus pada pengamalan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.(4/4)
Dalam ujian praktik Fikih, siswa mempraktikkan tata cara sholat jenazah secara berkelompok dengan bimbingan guru penguji. Setiap gerakan dan bacaan dilakukan dengan penuh keseriusan, mencerminkan pemahaman yang telah dipelajari selama ini. Selain itu, siswa juga diuji dalam membaca do’a qunut dengan tartil dan benar.
Sementara itu, pada mata pelajaran Aswaja, siswa diminta untuk membaca hafalan tahlil. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang khidmat, di mana siswa melafalkan bacaan dengan penuh penghayatan dan kekompakan.
Salah satu guru penguji menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian praktik hari kedua berjalan dengan baik dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Anak-anak mampu mempraktikkan dengan cukup baik. Ini menunjukkan bahwa pembiasaan yang dilakukan selama ini memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.
Kepala Madrasah MIFABARA juga memberikan apresiasi atas kesungguhan siswa dalam mengikuti ujian praktik. Menurutnya, materi Fikih dan Aswaja bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ujian praktik seperti ini sangat penting, karena siswa tidak hanya mengetahui, tetapi juga mampu mengamalkan. Inilah esensi pendidikan di madrasah, yaitu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan religius,” tuturnya.
Beliau berharap nilai-nilai yang dipelajari dalam ujian praktik ini dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan ber makna, ujian praktik hari kedua ini menjadi bukti bahwa siswa MIFABARA tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam praktik nyata. Dimana Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya dalam kehidupan. Dari setiap bacaan dan gerakan ibadah, tumbuh keimanan yang menguatkan langkah menuju masa depan yang penuh berkah.(nas)







