Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan membekali generasi muda sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Pada Senin (18/5/2026), KUA Pagentan sukses menyelenggarakan program unggulan pelayanan masyarakat berupa Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Balai Nikah KUA Pagentan dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin (catin) yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Pagentan.
Kegiatan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan fondasi spiritual, mental, dan kesehatan yang kokoh bagi para calon pengantin sebelum mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Memasuki sesi utama, bimbingan ini menghadirkan dua pemateri ahli yang mengupas tuntas aspek-aspek krusial dalam pernikahan, baik dari sudut pandang agama maupun kesehatan publik.
Materi pertama yang bertajuk “Membangun Keluarga Sehidup Sesurga” disampaikan oleh M. Syaiful Abidin, seorang Fasilitator Bimbingan Perkawinan yang juga aktif menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Pagentan. Dalam penyampaiannya yang interaktif, ia menekankan pentingnya melandaskan pernikahan pada nilai-nilai ibadah, kompromi, dan komunikasi yang sehat agar visi pernikahan tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga bernilai hingga ke akhirat kelak.
“Pernikahan bukanlah sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan formal, melainkan sebuah ibadah terpanjang yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual yang matang. Menjadi keluarga yang sehidup sesurga berarti setiap pasangan harus memiliki visi yang sama dalam menghadapi badai kehidupan, saling menjaga, serta konsisten menanamkan ketakwaan di dalam rumah tangga mereka sejak hari pertama,” ujar M. Syaiful Abidin di sela-sela pemaparannya.
Setelah pembekalan aspek spiritual selesai, acara dilanjutkan dengan sesi kedua yang tidak kalah pentingnya, yaitu mengenai kesiapan fisik dan masa depan generasi penerus. Sesi ini diisi oleh Purwanti Triaji, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Pagentan, yang membawakan materi edukatif seputar “Stunting dan Kesehatan Reproduksi”.
Dalam materinya, Purwanti mengupas tuntas mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebelum hamil serta pemenuhan gizi seimbang guna mencegah terjadinya stunting pada anak sejak dini. Langkah preventif ini sejalan dengan program prioritas nasional di mana KUA Pagentan turut berkontribusi aktif melalui edukasi pranikah.
“Kesehatan sebuah keluarga sangat ditentukan oleh kesiapan reproduksi dan pemahaman gizi kedua orang tua. Melalui bimbingan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap calon pengantin di Kecamatan Pagentan sadar betul akan bahaya stunting. Pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, melainkan sejak masa pra-nikah melalui pemenuhan nutrisi yang baik dan pola hidup sehat, sehingga kelak melahirkan generasi yang cerdas dan kuat,” tegas Purwanti Triaji saat menyampaikan edukasi di hadapan para peserta.
Kepala KUA Pagentan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme serta kedisiplinan seluruh peserta yang hadir dari berbagai desa di Kecamatan Pagentan. Melalui pelayanan Bimwin Klasikal berkala ini, diharapkan angka perselisihan rumah tangga dapat ditekan dan kesadaran akan kesehatan keluarga dapat meningkat secara signifikan demi mewujudkan masyarakat Pagentan yang sakinah, sehat, dan sejahtera.
(msa/azd)







