Sambut Zulhijah, Penyuluh KUA Pagentan Ajak Wali Murid TK PGRI Nagasari Maksimalkan Amalan Utama

Banjarnegara (Humas) – Datangnya bulan suci Zulhijah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan bergerak cepat memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Pada Selasa (19/5/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan di Majelis Taklim (MT) Qurrota A’yun, Desa Nagasari.

Kegiatan yang bertempat di salah satu ruang kelas TK PGRI Nagasari ini dihadiri oleh 42 orang jamaah. Para peserta merupakan kombinasi yang kompak antara siswa dan wali siswa TK PGRI Nagasari. Pertemuan ini mengangkat tema yang sangat kontekstual, yaitu “Amalan Utama di Awal Bulan Zulhijah”.

Dalam tausiyahnya, M. Syaiful Abidin menekankan betapa istimewanya sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah. Ia mengajak para orang tua untuk memanfaatkan momentum emas ini guna mendulang pahala, sekaligus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka.

“Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah waktu yang sangat dicintai oleh Allah Swt, bahkan pahala beramal saleh di waktu ini bisa mengalahkan pahala jihad. Oleh karena itu, mari kita hiasi hari-hari tersebut dengan memperbanyak puasa sunah, berzikir, bersedekah, dan puncaknya adalah berkurban bagi yang mampu. Menanamkan kebiasaan mulia ini sejak dini kepada anak-anak kita adalah investasi akhirat yang luar biasa,” ujar Syaiful di hadapan puluhan jamaah yang hadir.

Suasana penyuluhan berlangsung dengan khidmat namun tetap interaktif. Para wali murid tampak antusias menyimak penjelasan, terutama saat sesi tanya jawab mengenai tata cara puasa Arafah dan esensi ibadah kurban.

Kegiatan positif ini pun mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak sekolah. Winarsih, selaku Ketua MT Qurrota A’yun yang sekaligus menjabat sebagai Kepala TK PGRI Nagasari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang terjalin dengan KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Syaiful dari KUA Pagentan. Bimbingan seperti ini sangat kami butuhkan, bukan hanya untuk menambah wawasan keagamaan para wali murid, tetapi juga menyelaraskan pendidikan agama di sekolah dengan di rumah. Semoga dengan bekal ilmu ini, kami semua bisa mempraktikkan amalan-amalan utama Zulhijah bersama keluarga,” ungkap Winarsih.

Melalui bimbingan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap kesadaran beribadah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan anak usia dini, dapat terus meningkat demi terwujudnya generasi yang berakhlak mulia. 

(msa/azd)

Skip to content