Maksimalkan Pelayanan Iduladha 1447 H, KUA Pagentan Bagi Zona Pemetaan Hewan Kurban

Banjarnegara (Humas) – Langkah cepat dan taktis mulai diambil oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Guna memastikan seluruh proses ibadah kurban terdokumentasi dengan valid, Pendamping BAZNAS KUA Pagentan menggelar rapat koordinasi khusus pada Selasa (19/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala KUA Pagentan ini fokus pada strategi pembagian wilayah kerja pendataan.

Rapat strategis ini dikomandoi langsung oleh Koordinator Pendamping BAZNAS, M. Syaiful Abidin. Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran penghulu, pelaksana KUA, serta para penyuluh agama Islam setempat. Atmosfer sinergi dan visi pelayanan masyarakat yang kuat sangat terasa sepanjang jalannya diskusi.

M. Syaiful Abidin menegaskan bahwa pemetaan wilayah kerja secara spesifik merupakan kunci utama dalam menyajikan data kurban yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, akurasi data di lapangan akan sangat memengaruhi kualitas evaluasi dan kebijakan keagamaan ke depan.

“Pembagian tugas berbasis zonasi ini sengaja kita rancang untuk mengantisipasi adanya tumpang tindih (overlap) data di lapangan. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah yang terlewat, sehingga semua terdata secara merata dan kerja para penyuluh menjadi jauh lebih efisien,” jelas Syaiful di hadapan peserta rapat.

Kecamatan Pagentan sendiri memiliki tantangan geografis tersendiri dengan total 16 desa yang tersebar cukup luas. Merespons tantangan tersebut, forum menyepakati pembagian area kerja kepada delapan personel Pendamping BAZNAS. Lewat sistem klaster ini, pemantauan terhadap jumlah hewan kurban, titik lokasi penyembelihan, hingga alur distribusi daging kurban dipastikan dapat terkontrol dengan lebih terukur.

Di samping membahas urusan teknis pemetaan, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat soliditas internal instansi. Syaiful mengingatkan bahwa kesuksesan program pelayanan publik tidak bisa bersandar pada kehebatan individu semata, melainkan buah dari kerja keras kolektif yang harmonis.

  • Komunikasi Intesif: Menjadi jembatan utama menghindari miskomunikasi di lapangan.
  • Sinergi Lintas Sektor: Menyatukan potensi penyuluh, penghulu, dan elemen masyarakat.
  • Semangat Saling Mendukung: Meringankan beban kerja yang luas di 16 desa.

“Pendamping BAZNAS KUA Pagentan wajib menjaga ritme kekompakan ini. Jika komunikasi kita sehat dan tim saling back-up, tugas pelayanan keagamaan yang berat sekalipun akan terasa ringan dan hasilnya pasti optimal,” pungkasnya.

Melalui manajemen pendataan yang lebih rapi dan sistematis ini, KUA Pagentan optimistis pelaksanaan Iduladha 1447 H di wilayahnya dapat berjalan tertib. Data akurat yang dihimpun nantinya akan menjadi instrumen penting bagi pembinaan keagamaan masyarakat yang lebih profesional dan berdampak luas. 

(msa/azd)

Skip to content