Banjarnegara (Humas) – Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan menjadi saksi kesiapan mental dan spiritual sepasang calon pengantin (catin) dalam melangkah ke jenjang pernikahan. Pada Selasa (9/6/2026), pelayanan bimbingan dan penasehatan perkawinan intensif diberikan secara langsung kepada pasangan Akbar, pemuda asal Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, dan Septiyana, gadis asal Desa Babadan, Kecamatan Pagentan.
Kegiatan penasehatan ini dipimpin langsung oleh M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan yang juga bertindak sebagai Fasilitator Bimbingan Perkawinan bersertifikasi. Dalam sesi tersebut, Syaiful memaparkan secara mendalam mengenai fondasi kokoh dalam berumah tangga, yang dikenal dengan Lima Pilar Keluarga Sakinah.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan sebuah ibadah panjang yang membutuhkan komitmen kuat. Lima pilar keluarga sakinah—mulai dari berpasangan (zawaj), janji yang kokoh (mithaqan ghalizhan), memperlakukan pasangan dengan baik (mu’asharah bil ma’ruf), musyawarah, hingga saling rida—harus benar-benar diresapi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar rumah tangga tidak mudah goyah saat diterpa badai,” ujar M. Syaiful Abidin di sela-sela bimbingan.
Pelayanan ini merupakan bagian dari program wajib KUA Pagentan untuk menekan angka perselisihan dan perceraian di usia muda. Dengan adanya penasehatan ini, diharapkan para catin memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai hak dan kewajiban masing-masing setelah resmi menjadi suami istri.
Sesi bimbingan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut mendapat respons yang sangat positif dari pasangan calon pengantin. Akbar, sang calon pengantin pria, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas ilmu serta wejangan yang diberikan oleh pihak KUA.
“Kami merasa sangat beruntung mendapatkan bimbingan ini sebelum hari H. Penjelasan dari Pak Syaiful membuka mata kami bahwa membangun rumah tangga itu butuh ilmu, bukan cuma cinta. Insyaallah, nasihat mengenai pilar-pilar keluarga sakinah ini akan kami jadikan pedoman utama dalam menjalani hidup baru nanti,” ungkap Akbar dengan penuh mantap.
Melalui pelayanan prima dan penyuluhan yang humanis ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, melahirkan keluarga-keluarga yang harmonis, serta mewujudkan masyarakat Banjarnegara yang religius dan sejahtera.
(msa/azd)
