Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum melaksanakan kegiatan Bimbingan Pra Nikah yang ditujukan kepada para calon pengantin sebagai salah satu langkah strategis dalam membentuk keluarga yang tangguh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif KUA dalam menekan angka perceraian dan membekali pasangan muda dengan ilmu dan kesiapan hidup berumah tangga. (15/7)
Bimbingan ini dilaksanakan di aula KUA Pandanarum dengan diikuti oleh dua pasangan calon pengantin yang telah terdaftar untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Materi disampaikan langsung oleh Bambang Utomo selaku Penghulu KUA Pandanarum dan Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam , yang telah berpengalaman dalam mendampingi banyak pasangan menjalani kehidupan rumah tangga.
Dalam sesi bimbingan, petugas menyampaikan sejumlah materi penting yang mencakup makna pernikahan dalam Islam, peran dan tanggung jawab suami istri, pentingnya komunikasi dalam keluarga, manajemen keuangan rumah tangga, serta cara-cara menyelesaikan konflik secara sehat dan Islami. Beliau menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan juga tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang berkualitas.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesiapan spiritual dan emosional para calon pengantin, Bambang Utomo juga membagikan buku “Pondasi Keluarga Sakinah” kepada masing-masing pasangan. Buku ini merupakan panduan praktis dan inspiratif yang berisi bekal keilmuan dan pengalaman nyata dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

“Pernikahan adalah ibadah yang panjang. Tidak cukup hanya bermodal cinta dan kesiapan materi, tetapi juga harus didasari dengan ilmu, kesabaran, dan komitmen untuk terus belajar dan tumbuh bersama. Semoga buku ini bisa menjadi bekal awal dalam membina rumah tangga yang berkah dan bahagia,” ujar Bambang saat menyerahkan buku tersebut secara simbolis.
Para peserta bimbingan menyambut antusias kegiatan ini. Salah satu calon pengantin, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan kesannya, “Kami merasa lebih siap setelah mengikuti bimbingan ini. Banyak hal penting yang sebelumnya tidak kami pikirkan, ternyata sangat menentukan keharmonisan rumah tangga nanti.”
Kegiatan bimbingan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh KUA Pandanarum sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Harapannya, dengan adanya pembekalan sejak awal, pasangan pengantin dapat membangun rumah tangga yang kokoh dan terhindar dari konflik yang merusak hubungan keluarga.
KUA Pandanarum juga terus mendorong seluruh calon pengantin untuk mengikuti program ini sebagai bagian dari persyaratan nikah yang substansial. Ke depan, program ini akan terus ditingkatkan baik dari sisi metode penyampaian maupun materi yang diberikan, agar semakin relevan dengan dinamika kehidupan keluarga masa kini. (ev/azd)
