13 GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Orientasi PPPK 2025

Banjarnegara – Sebanyak 13 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui platform Massive Open Online Course (MOOC). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mandiri sebagaimana diamanatkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Orientasi PPPK 2025 terbagi ke dalam dua kurikulum utama, yakni Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN yang dilaksanakan pada 14 Juli hingga 1 Agustus 2025 melalui LMS Swajar LAN, serta kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah yang dijadwalkan berlangsung dari 29 September hingga 3 Oktober 2025 melalui LMS Kementerian Agama.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Yatiman, menyambut baik pelaksanaan orientasi ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap peran ASN bagi para PPPK baru. “Orientasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah awal membentuk pegawai yang tidak hanya profesional, tetapi juga memahami nilai-nilai dasar ASN. Kami sangat mendukung seluruh GTK yang mengikuti kegiatan ini agar sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan penuh telah diberikan madrasah, mulai dari penyediaan fasilitas internet, ruang belajar, hingga pendampingan teknis bagi peserta orientasi yang mungkin belum familiar dengan platform digital pembelajaran daring.

Kepala Urusan Tata Usaha MTs Negeri 1 Banjarnegara, Aida Wachdah Hikmawaty, menggarisbawahi pentingnya orientasi ini dalam konteks penguatan sistem kerja kelembagaan. “Sebagai tenaga kependidikan, kami harus memahami bahwa tugas administrasi tidak bisa dipisahkan dari misi ASN untuk memberikan pelayanan prima. Orientasi ini memperkuat dasar etika dan tanggung jawab kami sebagai PPPK,” ungkapnya.

Salah satu peserta orientasi, Slamet Supriyadi, yang bertugas sebagai pengadministrasi perkantoran, menuturkan kesan positifnya terhadap proses pembelajaran melalui MOOC. “Awalnya saya sempat khawatir dengan sistem daring, tapi ternyata modul-modul yang diberikan cukup mudah diikuti. Ada video, kuis, dan forum diskusi yang memudahkan kami memahami materi,” ucap Slamet Supriyadi

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif dalam platform juga menjadi tantangan tersendiri, namun menjadi pengalaman belajar yang bermanfaat.

Senada dengan itu, Umi Mahmudah,, guru Al-Qur’an Hadits yang juga menjadi peserta orientasi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Sebagai guru baru yang resmi menjadi ASN PPPK, saya merasa kegiatan ini sangat membuka wawasan saya tentang tanggung jawab dan peran strategis kami di lembaga pendidikan. Nilai-nilai ASN seperti integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas benar-benar ditekankan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap orientasi ini tidak hanya menjadi pengantar, tetapi juga menjadi pemicu untuk terus mengembangkan diri dalam kerangka pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan semangat dan antusiasme dari para peserta, kegiatan orientasi PPPK 2025 di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan mampu mencetak ASN yang berintegritas, berdedikasi, dan siap berkontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam lingkup Kementerian Agama. (fy)

Skip to content