Banjarnegara (Humas) – Dikutip dari juknis OPSI tahun 2024 bahwa tantangan terbesar pembangunan pendidikan Indonesia dalam masa pembangunan jangka menengah tahap keempat (2020–2024) dan pembangunan jangka panjang berikutnya (2025-2045) diantaranya adalah menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif dengan memperhatikan pengembangan keterampilan teknologi, dan softskill, seperti keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus sebagai perwujudan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia terus berupaya membina dan mengembangkan bakat, minat, dan prestasi siswa SMP/MTs/sederajat dan SMA/MA/sederajat melalui berbagai kegiatan kesiswaan, salah satunya adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang dilengkapi dengan kelas unggulan riset tentu saja terus berjuang di berbagai ajang penelitian bergengsi baik tingkat nasional maupun internasional. Meloloskan 16 tim dalam ajang penelitian milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia memaksa kesigapan seluruh tim riset Madtsansa dalam memenuhi date line pelaksanaan OPSI.
Senin (9/9) seluruh tim OPSI MTs Negeri 1 Banjarnegara melakukan proses upload hasil penelitian mereka tepat sehari sebelum batas akhir waktu peng-upload-an. Dilaksanakan di laboratorium komputer Madtsansa, proses upload didampingi oleh seluruh pembina riset.
Tri Widayati, koordinator kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara menyampaikan bahwa proses upload dilaksanakan setelah proses perjuangan berat 16 tim ditahap penelitian.
“Sejak Madtsansa memiliki kelas unggulan riset, tahun ini menjadi tahun paling menantang karena tim yang lolos proposal sangatlah banyak. 16 tim yang terbagi dalam tiga bidang penelitian yakni Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Budaya (IPSKB); Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan (IPAL); serta Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPTR) telah berjibaku menuntaskan penelitian mereka sejak dinyatakan lolos proposal penelitian pada akhir Maret lalu.” terang Tri Widayati.
“Bismillah, semoga seluruh tim dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan bersama yakni masuk ke babak final yang nantinya akan digelar pada pertengahan Oktober di Jakarta secara luring.” Imbuh guru IPA kelas 7 Madtsansa bersemangat.
Secara terpisah, Yatiman selaku kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara mengaku sangat bangga dengan pencapaian kelas unggulan riset Madtsansa.
“Alhamdulillah, seluruh tim OPSI telah berhasil menyelesaikan seluruh penelitian mereka dengan baik tentu dengan berbagai kompleksitas yang harus dihadapi masing-masing tim. Ini akan menjadi bahan evaluasi kita ke depan agar seluruh target dapat dicapai dengan mengeliminir beberapa hal dari hasil temuan di tahun ini. Semoga dari ajang OPSI ini, nama Madtsansa akan semakin mendunia dengan lolos ke babak final. Bismillah…” ungkap Yatiman di ruangan kepala madrasah.
Erina Faranisa Putri, salah satu anggota tim dengan bidang penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Budaya (IPSKB) mengaku sangat bersyukur dapat menuntaskan penelitiannya dengan baik.
“Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah proses penelitian dan peng-upload-an hasil penelitian kami. Kami belajar banyak, baik terkait teknis pembuatan laporan penelitian maupun dari judul penelitian yang kami teliti. Kami bertemu dengan tokoh-tokoh adat yang langsung menangani berbagai ritual dalam topik penelitian kami. Semoga penelitian kami disukai juri dan mengantarkan saya dan tim lainnya lolos ke tahap final. Amin,” ucap remaja yang akrab disapa Erin penuh harap.
Penilaian dari proses upload hasil penelitian memakan waktu kurang lebih satu bulan dan pengumuman finalis OPSI tahun 2024 akan diumumkan pada 9 Oktober 2024 mendatang. (Lin)







