576 Pendidik Agama Terima Insentif

Sebanyak 576 pengajar pendidikan keagamaan TPQ, Guru Madin dan pengajar pondok pesantren se Kabupaten Banjarnegara menerima insentif pentasyarufan zakat dari Baznas Banjarnegara melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kantor Kemenag Banjarnegara. Kegiatan mengambil tempat Pendopo Dipayudha Adigraha, Senin ini(01/07).

Kepala Kankemenag Banjarnegara selaku Pembina UPZ Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Masdiro menyampaikan jumlah penerima tersebut terdiri dari  guru TPQ (238 orang), guru madin (238 orang) dan ustadz/ustadzah Pondok Pesantren (100 orang).

Kerjasama Baznas dan UPZ Kantor Kemenag ini dimaksudkan untuk membantu para pendidik agama yang merupakan pejuang dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di Kabupaten Banjarnegara salah satunya dengan pemberian insetif ini, lanjutnya.

Jumlah insentif meningkat seiring peningkatan perolehan zakat periode Januari-Juni 2019 yang meningkat pula. “Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan motivasi bagi para pendidik agama di Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya

Lebih lanjut, Ketua Baznas Kabupaten Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan total insentif yang ditasharufkan sebesar 320 juta. Pemberian insentif ini merupakan wujud program Baznas Kabupaten Banjarnegara untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik agama yang.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Baznas Banjarnegara dan UPZ Kantor Kemenag Banjarnegara dalam upaya meningkatkan taraf hidup para pendidik agama di Banjarnegara. Dia berharap agar para pendidik agama tetap istiqomah menjalankan tugasnya dalam membangun generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa dan akhak yg mulia.

“Para guru, ustad dan ustadzah hendakalah menjaga keistiqomahan dalam mendidik murid dan santrinya agar memiliki akhlak yang mulia,” katanya

Pada kesempatan ini Bupati juga berpesan, agar para pendidik agama selalu menjaga kerukunan persatuan dan kesatuan yang telah terjalin, juga agar tidak mudah terprovokasi dengan berita hoax dan ujaran kebencian. (Nangim)