89 Murid MIFABARA Ikuti Haflah Akhirissanah ke-125 PP Al Fatah Parakancanggah, Torehkan Prestasi Khotmil Kutub dan Al-Qur’an

Banjarnegara – Sebanyak 89 murid MIFABARA turut ambil bagian dalam Haflah Akhirissanah ke-125 yang diselenggarakan di PP Al Fatah Parakancanggah. Momentum tahunan yang penuh khidmat ini menjadi saksi keberhasilan para santri dalam menuntaskan pembelajaran kitab-kitab turats sekaligus Al-Qur’an sebagai fondasi utama keilmuan Islam.(13/2)

Dalam khotmil Kutub dari Majelis Kitab Aqidatil ‘Awam, tercatat 88 putra dan 171 putri yang berhasil menyelesaikan pembelajaran. Kitab Al Jurumiyah dikhatamkan oleh 103 putra dan 102 putri. Pada kitab Al ‘Imrithy, terdapat 39 putra dan 41 putri yang tuntas. Sementara kitab Alfiyah Ibni Malik yang penuh tantangan berhasil dikhatamkan oleh 2 putra dan 18 putri. Secara keseluruhan, jumlah santri putra yang mengikuti khataman kitab mencapai 232 orang dan santri putri sebanyak 332 orang.

Tidak hanya kitab kuning, capaian membanggakan juga terlihat pada khotmil Al-Qur’an. Untuk kategori Juz Amma, sebanyak 110 putra dan 229 putri dinyatakan khatam. Pada kategori binnadzri, tercatat 18 putra dan 74 putri. Sedangkan bil ghoib, 6 putra dan 12 putri berhasil menyelesaikan hafalan mereka. Dengan demikian, total khotmil Al-Qur’an mencapai 134 putra dan 315 putri.

Kepala Madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para murid. “Haflah Akhirissanah ini bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan momentum syukur atas perjuangan panjang anak-anak dalam menjaga ilmu. Setiap bait yang mereka pelajari dan setiap ayat yang mereka hafalkan adalah cahaya yang insyaAllah akan menerangi langkah mereka ke depan,” tutur beliau.

Guru pendamping juga menegaskan bahwa proses menuju khataman membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan tinggi. “Anak-anak belajar tidak hanya membaca, tetapi memahami dan mengamalkan. Inilah nilai utama dari pendidikan madrasah maupun pesantren,” ujarnya.

Salah satu wali murid turut mengungkapkan rasa haru dan bangga. “Kami sangat bersyukur bisa menyaksikan anak-anak berdiri dengan penuh percaya diri di haflah ini. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal dunia akhirat,” katanya.

Haflah Akhirissanah ke-125 ini menjadi momentum syukur sekaligus refleksi. Bagi murid MIFABARA, perjalanan menuntut ilmu bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan ilmu dengan penuh keikhlasan.(nas)

Skip to content