Banjarnegara – Kamis, 7 Agustus 2025 Siswa siswi MI Cokroaminoto dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian imunisasi, kegiatan ini merupakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang sudah terprogram dari pemerintah melalui dinas Kesehatan ataupun Puskesmas. Untuk kegiatan BIAS Bulan ini adalah siswa kelas 1 untuk imunisasi Campak Rubella dan kelas 5 perempuan untuk Imunisasi HPV.
Imunisasi Campak Rubella adalah program imunisasi nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit campak dan rubella. Imunisasi ini diberikan dalam tiga dosis, yaitu pada usia 9 bulan, 15-18 bulan, dan 5-7 tahun. Vaksin MR penting untuk melindungi anak-anak dari komplikasi serius yang disebabkan oleh campak dan rubella, seperti pneumonia, kerusakan otak, dan kecacatan.
Apa itu Imunisasi MR? Imunisasi MR adalah kombinasi vaksin untuk mencegah penyakit campak (Measles) dan rubella (Rubella). Vaksin MR mengandung virus yang dilemahkan dan membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap kedua penyakit ini. Penyakit campak dan rubella dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, kebutaan, dan gangguan pendengaran. Imunisasi MR sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit ini dan komplikasinya.
Mengapa Imunisasi MR Penting? Karena Melindungi dari penyakit: Vaksin MR melindungi anak-anak dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Mencegah penyebaran penyakit Dengan imunisasi MR, penyebaran penyakit campak dan rubella dapat dikendalikan, melindungi kelompok rentan yang tidak dapat menerima imunisasi. Investasi kesehatan: Imunisasi MR adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan anak, mencegah penyakit dan komplikasi yang dapat memengaruhi kualitas hidupnya.
Adapun pemberian Imunisasi MR adalah Usia 9 bulan: Dosis pertama imunisasi MR. Usia 15-18 bulan: Dosis kedua imunisasi MR. Usia 5-7 tahun: Dosis tambahan imunisasi MR. Jika anak melewatkan jadwal imunisasi, imunisasi susulan tetap bisa diberikan tanpa perlu mengulang dosis sebelumnya.
Kegiatan BIAS di MI Cokroaminoto dilakukan oleh tenaga Kesehatan dari PUSKESMAS 2 Punggelan (MASPULANDA) selain melakukan BIAS secara rutin yang sudah terjadwal, tenaga Kesehatan dari Puskesmas 2 Punggelan juga melakukan inspeksi Kesehatan lingkungan sekolah, diantaranya memeruksa suhu atau kelembaban ruang belajar.
Empat tenaga Kesehatan yang hadir di MI Cokroaminoto terdiri dari berbagai bidang ke ahlian Eva Abriyati Sanitarian, Dian Margi Bidan, Devi W Perawat gigi, Milaningsih Sanitarian, setelah melalukan kegiatan BIAS dan inspeksi Kesehatan Madrasah ada beperapa rekomndasi untuk madrasah.
“Secara umum sudah memadai dan layak untuk KBM di Tingkat satuan Pendidikan, namun hanya sada satu ruang yang memang perlu atau butuh pencahayaan secara maksimal, untuk mengurangi kelembaban udara di ruang kelas,” ujar Eva Abriyani sanbil tersenyum.
Kegiatan BIAS ini terlaksana secara lancer dan sukses atas Kerjasama dari semua pihak, baik Lembaga Pendidikan maupun pihak puskesmas, namun tidak kalah pentingnya adalah kesemnagatan siswa siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut “ada siswa kelas satu belum waktunya dipanggil untuk BIAS malah sudah minta didahulukan, terus ada juga yang sudah BIAS malah minta BIAS lagi ke tenaga Kesehatan katanya tidak sakit pak” ujar kepala Madrasah menjelaskan (mb)







