Banjarnegara (Humas) – Podcast Madtsansa Ada Apa? kembali hadir menyapa pendengar setianya dengan episode terbaru pada Sabtu (9/8) melalui kanal YouTube resmi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Episode kali ini mengangkat tema “Perjalanan Juara & Pemimpin Muda: Cerita Daud Amar Faozan” dan menampilkan kisah inspiratif seorang siswa berprestasi yang juga memegang peran penting dalam organisasi siswa.
Dipandu oleh Linara sebagai host, podcast berdurasi sekitar satu jam ini menghadirkan dua narasumber istimewa: Daud Amar Faozan, peraih Juara Harapan 3 Telling Story pada ajang Porseni Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 sekaligus Ketua OSIS periode 2025/2026, serta Agustina Dewi Merdekawati atau yang akrab disapa “Mom Dewi”, guru Bahasa Inggris kelas 7 sekaligus pembina lomba.
Dalam pembukaan, Linara membacakan puisi motivatif yang menggambarkan semangat generasi muda Madtsansa yang berprestasi dan siap berkontribusi. Suasana hangat langsung terbangun ketika ia menyapa Amar dan Mom Dewi dengan antusias. “Sobat Madtsansa, episode kali ini spesial banget karena kita kedatangan tamu luar biasa,” ujar Linara.
Amar menceritakan perjalanan awalnya terjun di lomba Telling Story. Seleksi dimulai dari tingkat madrasah, lalu berlanjut ke kabupaten hingga provinsi. Ia mengakui bahwa dukungan dan bimbingan Mom Dewi menjadi kunci keberhasilannya.
“Awalnya saya hanya ikut seleksi di sekolah, lalu Mom Dewi melihat potensi saya. Kami latihan intensif setiap hari hingga akhirnya bisa ke tingkat provinsi,” tutur Amar.
Mom Dewi mengungkapkan alasannya memilih Amar sebagai wakil madrasah.
“Sejak awal, Amar punya pronunciation bagus, intonasi hidup, dan ekspresi natural. Telling Story bukan sekadar membaca cerita, tetapi menghidupkannya, dan Amar punya itu,” jelasnya.
Selain prestasi akademik, Amar juga baru saja terpilih menjadi Ketua OSIS MTs Negeri 1 Banjarnegara periode 2025/2026. Ia memandang kepemimpinan sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih luas bagi siswa.
“Saya ingin OSIS menjadi wadah kreatif dan inspiratif. Visi saya adalah OSIS yang aktif, inovatif, dan dekat dengan semua siswa,” ungkapnya.
Mom Dewi menambahkan bahwa Amar memiliki jiwa kepemimpinan alami yang membuatnya percaya OSIS akan berkembang di bawah kepemimpinannya.
“Dia pendengar yang baik, bisa mengarahkan, dan selalu memberi contoh positif,” katanya.
Linara juga mengajak narasumber berbagi motivasi bagi siswa lain yang masih ragu mengikuti lomba. Amar memberikan pesan agar tidak takut mencoba.
“Setiap lomba adalah kesempatan untuk tumbuh. Menang atau kalah, kita tetap belajar banyak,” ujarnya.
Mom Dewi mempertegas bahwa kesuksesan lahir dari keberanian melangkah.
“Keluar dari zona nyaman adalah awal pertumbuhan. Potensi tidak akan terlihat jika kita tidak mencoba,” pesannya.
Segmen intermezzo menambah keseruan dengan permainan “Fast & Fun Questions” yang mengungkap sisi santai Amar. Dari preferensi bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia, pilihan latihan malam hari, hingga makanan favorit berupa mie ayam saat stres mempersiapkan lomba.
Menutup sesi, Amar mengungkap target berikutnya: meningkatkan kemampuan public speaking, mengikuti lomba-lomba lain, dan menjalankan program OSIS secara maksimal. Sementara itu, Mom Dewi berharap Amar tetap rendah hati, terus belajar, dan membawa Madtsansa berprestasi di berbagai bidang.
Seorang pengikut setia podcast, Rizka Ayu, mengomentari episode ini di kolom komentar YouTube.
“Episode kali ini benar-benar inspiratif. Amar dan Mom Dewi membuktikan bahwa prestasi dan kepemimpinan bisa berjalan beriringan. Saya jadi termotivasi untuk ikut lomba juga,” tulisnya.
Linara menutup podcast dengan ucapan terima kasih kepada narasumber dan pesan bagi pendengar untuk terus berani mencoba hal baru. “Semoga cerita ini memotivasi kita semua untuk berani mencoba hal baru. Stay inspired and keep shining!” pungkasnya.
Kembalinya Podcast “Madtsansa Ada Apa?” dengan format yang hangat, inspiratif, dan interaktif ini disambut positif oleh siswa, guru, dan masyarakat. Kehadirannya bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya. (Fy/La)







