MICORDUBA Cegah Bullying Secara Preventif Melalui Kegiatan Pembiasaan

Banjarnegara – Senin, 11 Agustus 2025 Keluarga besar MI Cokroaminoto 02 Bondolharjo laksanakan upacara pengibaran bendera merah putih, kegiatan ini diikuti oleh semua siswa siswi dewan guru dan karyawan MI Cokroaminoto 02 Bondolharjo dan juga dari DA Cokroaminoto 02 Bondolharjo guru dan siswannya.

Murniyati selaku guru kelas I MI Cokroaminoto 02 Bondolharjo bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amantnya, Murniayati menyampaikan tentang pentingnya pendidikan anti bullying sejak dini.

“Bullying atau perundungan adalah tindakan menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain secara berulang dan sengaja, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun psikologis. Ini adalah perilaku agresif yang dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk sekolah, tempat kerja, dan dunia maya,” ucapnya 

Lebih lanjut Murniati menjelaskan bahwa apapun istilahnya bulliying adalah sangat tidak dibenarkan oleh siapapun terlebih bagi anak yang masih duduk di usia MI, bullying di sekolah dapat memiliki dampak buruk yang signifikan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Dampak Bullying terhadap korban kesehatan mental korban bullying rentan mengalami depresi, kecemasan, stres berkepanjangan, dan gangguan tidur. mereka juga bisa mengalami penurunan rasa percaya diri, merasa tidak berharga, dan menarik diri dari pergaulan.  prestasi akademik rasa takut dan cemas akibat bullying dapat mengganggu konsentrasi belajar, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan prestasi. 

“Pencegahan secara serius dan kontinuitas ini memang sangat diperlukan, tentu diawali dengan memperkenalkan apa arti buliyying, apa saja perlakuan dikatakan bulliying serta akibat dari bulliying itu sehingga anak lebih awal mengenal apa dan bagaimana, artinya mencegah lebih baik dari mengobati, sehingga pembiasaan di lingkungan madrasah ini nyaris sangat diperlukan, seperti latian diskusi, kerjasama, dan kegiatan lain yang melibatkan banyak anak, ini sering kami lakukan untuk menilai karakter anak dan juga melihat potensi anak dalam hal kerjasama sehingga tidak ada lagi pembeda yang mengakibatkan tindakan buliyying tersebut,” ujar murniyati

“Sebagai kepala madrasah kami sangat mendorong dan mengapresiasi kepada semua guru yang selalu aktif melakukan pengenalan dan pencegahan terhadap prilaku buliyying tersebit, dan ini penting terlbih pada kelas rendah ya antara kelas satu sampai kelas tig aini masih sangat rawan, maka perlu sekali untuk pembelajaran pencegahan terhadap prilaku buliyying tersebut, sekali lagi terimaksih kepada semua bpak ibu guru,” ucap kepala madrasah setelah upacara selesai  (mb)

Skip to content