Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh khidmat menyelimuti pengajian rutin Majelis Taklim Al-Falakh di Dusun Wanasepi, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja. Kegiatan yang digelar pada Rabu sore tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga tokoh masyarakat setempat. (14/8)
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, membawakan materi bertema “Hadir di Majelis Taklim adalah Perkara yang Sangat Mulia”. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa majelis taklim bukan sekadar forum pengajian, melainkan sarana membina iman, memperluas ilmu agama, serta mempererat tali persaudaraan antarumat Islam.
“Majelis taklim adalah taman surga di dunia. Setiap langkah yang kita ayunkan menuju majelis merupakan pahala yang terus mengalir, bahkan malaikat pun mendoakan kita,” ungkap Hendriyanto di hadapan jamaah.
Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai keberadaan penyuluh agama di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam menguatkan pemahaman keagamaan dan menumbuhkan semangat untuk istiqamah menuntut ilmu.
“Kehadiran penyuluh agama bukan hanya memberikan pencerahan, tapi juga menjadi teladan bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan,” tutur Irfan.
Dalam penutup materinya, Hendriyanto mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mengamalkan ilmu yang didapat. Ia berharap, setiap pertemuan majelis taklim menjadi langkah menuju keberkahan hidup.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, diikuti ramah tamah antarjamaah. Kehangatan dan antusiasme yang tercipta menjadi bukti bahwa majelis taklim masih menjadi pusat pembinaan rohani yang sangat relevan bagi masyarakat. Kehadiran penyuluh agama dan Kepala KUA Mandiraja pun memberikan dorongan semangat baru bagi jamaah MT Al-Falakh untuk terus istiqamah mengikuti kegiatan pengajian. (H/M, azd)







