Banjarnegara (Humas) – Podcast Madtsansa Ada Apa kembali hadir dengan edisi terbaru ke-12 yang dipublikasikan pada Sabtu (23/8). Dengan tema spesial “Syukur Merdeka, Guru Berkarya dari Kelas hingga Nada”, podcast ini mengangkat kisah inspiratif dari seorang guru MTs Negeri 1 Banjarnegara yang berhasil menyalurkan kreativitasnya melalui dua ajang lomba dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia.
Linara, host setia Madtsansa Ada Apa, membuka perbincangan dengan nada puitis tentang makna syukur dan kemerdekaan.
“Syukur bukan hanya tepuk tangan, bukan sekadar bendera berkibaran. Syukur adalah guru yang terus bertahan, meski dihantam zaman, tetap menyalakan harapan,” ucapnya mengawali siaran.
Bintang tamu kali ini adalah Novia Fajriati Alqomar, guru IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia baru saja mengikuti dua lomba berbeda: Lomba Video Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan PGRI Cabang Banjarnegara dan Lomba Sambung Lirik tingkat kecamatan.
“Bagi saya, kemerdekaan itu bukan hanya soal terbebas dari penjajahan fisik. Tapi kesempatan untuk berpikir bebas, berinovasi, dan mendidik generasi yang merdeka dalam pikirannya,” tutur Bu Novia dalam podcast.
Dalam lomba video pembelajaran, Novia mengusung tema “Menghemat Energi dengan Memahami Rangkaian Listrik”. Menurutnya, materi ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa menumbuhkan kesadaran hemat energi di kalangan siswa.
“Tantangan terbesarnya justru menjaga agar siswa tetap natural meskipun sadar sedang direkam. Tapi ternyata mereka sangat antusias, bahkan ada momen lucu ketika satu kelompok berhasil duluan dan langsung bersorak kegirangan. Itu spontan, tapi menunjukkan bahwa belajar bisa menyenangkan,” ujarnya.
Linara pun menanggapi, “Luar biasa, Bu. Jadi jelas bahwa inovasi pembelajaran bukan hanya tentang metode, tapi juga bagaimana menghadirkan suasana yang bermakna bagi siswa.”
Selain berkarya di ruang kelas, Novia juga tampil di ajang lomba sambung lirik. Dengan penuh semangat ia menceritakan suasana lomba yang meriah dan penuh kebersamaan.
“Lomba ini bukan soal suara bagus atau tidak, tapi soal partisipasi kita sebagai warga kecamatan Banjarnegara yang baik. Hitung hitung untuk meramaikan dan juga refreshing,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Novia, kedua lomba ini saling melengkapi: satu menekankan profesionalisme dan kreativitas guru, sementara yang lain menumbuhkan kebersamaan serta semangat kekeluargaan.
Salah satu guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Hj. Umi Mahmudah, turut memberikan apresiasinya atas kiprah Novia yang mampu menginspirasi guru lain.
“Bu Novia adalah contoh nyata guru yang tidak hanya mengajar, tapi juga berkarya. Kami sangat bangga karena beliau menunjukkan bahwa guru bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal produktif, baik lewat pendidikan maupun seni. Semoga semakin banyak guru Madtsansa yang termotivasi untuk ikut berkarya,” ungkapnya.
Tak hanya dari guru, apresiasi juga datang dari siswa. Shakira Edgie Nayra, siswi kelas 8E, mengaku bangga dengan sosok gurunya yang kreatif.
“Waktu Bu Novia bikin video pembelajaran, kami jadi lebih semangat. Belajarnya tidak membosankan, malah terasa seperti bermain. Kami jadi lebih paham tentang listrik dan juga tentang pentingnya hemat energi. Saya bangga punya guru seperti Bu Novia,” kata Shakira Edgie Nayra.
Menutup perbincangan, Novia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna. “Jangan pernah takut mencoba. Ikut lomba bukan soal kalah atau menang, tapi bagaimana kita berproses. Semua karya itu berharga kalau bermanfaat bagi siswa dan masyarakat,” ujarnya.
Linara kemudian menutup edisi kali ini dengan kalimat yang menggugah, “Kemerdekaan adalah kesempatan untuk terus berkarya. Mari kita isi dengan kreativitas, dedikasi, dan cinta untuk Indonesia.”
Podcast Madtsansa Ada Apa? edisi ke-12 pun meneguhkan kembali semangat bahwa syukur atas kemerdekaan dapat diwujudkan lewat berbagai cara. Dari ruang kelas hingga panggung seni, guru hadir bukan sekadar pendidik, tapi juga inspirator yang menyalakan harapan bagi generasi penerus bangsa. (Fy/La)







