Banjarnegara (Humas) – Siswa-siswi kelas VII Unggulan Sastra dan Seni MTs Negeri 1 Banjarnegara mulai menunjukkan kreativitasnya melalui publikasi video konten perkenalan yang diunggah di akun Instagram masing-masing. Proyek ini merupakan tugas awal yang dipandu oleh Linara, salah satu pengajar di kelas unggulan sastra dan seni, dengan tujuan menggali potensi berbahasa dan kemampuan berpuisi para siswa.
Dalam penugasan ini, para siswa diminta menuliskan kalimat-kalimat perkenalan diri menggunakan bahasa puitis. Hasil karya kemudian dikemas dalam bentuk video kreatif yang dipublikasikan melalui media sosial. Sebelum para siswa mengeksekusi tugas tersebut, Linara terlebih dahulu memberikan contoh kalimat perkenalan dengan nuansa sastra, yang kemudian dijadikan inspirasi oleh para siswa.
Menurut Linara, tugas ini bukan sekadar memperkenalkan diri, melainkan juga menjadi sarana untuk mengasah kepekaan berbahasa.
“Saya ingin anak-anak terbiasa memandang kata bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan rasa dan imajinasi. Perkenalan sederhana bisa menjadi puisi yang indah jika ditulis dengan hati,” ungkap Linara.
Lebih lanjut, Linara menambahkan bahwa melalui publikasi video di media sosial, siswa dilatih untuk percaya diri dan berani menampilkan karya di ruang publik.
“Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Maka, saya arahkan untuk memanfaatkannya secara positif, dengan menampilkan karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik,” jelasnya.
Sarno, selaku koordinator kelas unggulan sastra dan seni, memberikan apresiasi tinggi terhadap gagasan kreatif ini. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini penting untuk membangun karakter siswa.
“Kelas unggulan sastra dan seni memang dirancang untuk menumbuhkan kepekaan estetika, keterampilan menulis, dan keberanian tampil. Kegiatan ini selaras dengan visi kami: mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan kreatif,” tutur Sarno.
Sementara itu, para siswa menyambut antusias tugas perdana ini. Mereka merasa tertantang sekaligus senang karena bisa mengekspresikan diri dengan cara yang berbeda.
AR. Senja, salah satu siswa, mengaku awalnya sempat kesulitan memilih kata yang tepat.
“Awalnya bingung, bagaimana caranya memperkenalkan diri tapi dengan bahasa puisi. Tapi setelah mencoba, ternyata menyenangkan. Rasanya seperti sedang menulis cerita tentang diri sendiri, tapi lebih indah,” ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada juga diungkapkan Amira. Ia merasa tugas ini memberinya pengalaman baru yang berbeda dengan pelajaran menulis biasanya.
“Kalau biasanya perkenalan itu sederhana, sekarang kami belajar membuatnya lebih bermakna. Saya jadi belajar bahwa kata-kata itu punya kekuatan untuk menyentuh hati orang lain,” kata Amira.
Adapun Asyqolani, siswa lain di kelas tersebut, menilai bahwa publikasi video di Instagram memberinya rasa bangga.
“Melihat karya kami bisa ditonton banyak orang itu menyenangkan. Saya jadi ingin terus menulis puisi dan membagikannya. Semoga nanti bisa lebih baik lagi,” ucapnya penuh semangat.
Tugas video konten perkenalan ini juga menjadi media awal untuk membangun identitas kelas unggulan sastra dan seni di Madtsansa. Dengan ciri khas bahasa puisi, perkenalan siswa bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah karya yang bernilai estetik.
Menurut Linara, langkah kecil ini diharapkan bisa membuka jalan bagi proyek-proyek kreatif berikutnya.
“Hari ini mereka memperkenalkan diri lewat puisi, besok mungkin mereka akan membuat antologi bersama, atau bahkan pementasan sastra. Yang penting, saya ingin mereka percaya diri dengan potensi yang dimiliki,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Madtsansa kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kepekaan seni siswa. Dengan dukungan guru, koordinasi kelas, serta antusiasme siswa, publikasi konten perkenalan ini menjadi langkah awal yang manis untuk perjalanan panjang kelas unggulan sastra dan seni di MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Fy/La)







