Banjarnegara (Humas) – Sulistiyo, Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, terus menunjukkan dedikasinya dalam membina generasi muda melalui pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Pada Selasa, (16/9), pukul 16.00–17.30 WIB, ia kembali mengajar anak-anak di Desa Tlagawera, Kecamatan Banjarnegara.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam, Sulistiyo selalu menyempatkan waktu sepulang kerja untuk berbagi ilmu Al-Qur’an. Kegiatan ini bukan hal baru baginya, melainkan sudah menjadi rutinitas yang dijalani sejak tahun 2014 sebagai panggilan hati, bahkan sebelum ia resmi menjadi penyuluh agama Islam.
“Dalam kegiatan mengajar ini, saya dibantu oleh beberapa ustaz dan juga istri saya yang turut aktif mendampingi anak-anak dalam belajar BTQ,” ungkapnya.
Pada tahun 2014, Sulistiyo secara resmi mengajukan pendirian Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) kepada Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Pengajuan tersebut kemudian disetujui dan LPQ yang didirikan diberi nama LPQ Bhineka Tunggal Ika.
“Awal berdiri, jumlah santri kami sekitar 30 orang. Memang sempat mengalami penurunan, namun alhamdulillah pada tahun 2020 jumlah santri meningkat hingga mencapai 40 orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, para santri yang telah dewasa banyak yang melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren di sekitar Banjarnegara, seperti Pondok Pesantren Al-Fatah dan Pondok Pesantren Tablighul Ghofilin di Kecamatan Bawang. “Alhamdulillah, para alumni tetap menjaga hubungan baik dan tak lupa dengan guru-gurunya semasa kecil,” tuturnya haru.
Meski kadang merasa lelah karena padatnya aktivitas, Sulistiyo mengaku tetap bersemangat. “Karena dilakukan dengan ikhlas, rasa capek itu tidak terasa. Justru mengajar anak-anak ini menjadi energi baru, sebagai bekal untuk kehidupan akhirat kelak,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Sulistiyo mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “Tholabul ilmi minal mahdi ilal lahdi” yang artinya “Menuntut ilmu itu dari buaian hingga liang lahat.” Ia berharap semangat menuntut ilmu tidak pernah padam, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. (S/azd)
