Workshop KBC dan Desain Pembelajaran Mendalam: Seru, Interaktif, dan Anti Ngantuk bersama Ratna Prilianti

Banjarnegara – Sebanyak 90 guru kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Banjarnegara mengikuti workshop bertajuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Desain Pembelajaran Mendalam pada Jumat–Sabtu, 19–20 September 2025 di Surya Yudha Banjarnegara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ratna Prilianti, S.Si., M.Pd., dari Semarang yang dikenal dengan gaya penyampaian interaktif dan segar.

Hari pertama dimulai dengan sesi review Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam paparannya, Bu Ratna menjelaskan bahwa “KBC dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional.” Peserta kemudian diajak membuat desain pembelajaran dengan topik cinta yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing.

Diskusi menjadi semakin seru ketika hasil karya kelompok ditempel di dinding kelas. Peserta dari kelompok lain bisa melihat, memberikan komentar, dan saling bertukar ide. Metode wall display ini menghadirkan suasana belajar yang aktif, penuh interaksi, dan jauh dari rasa kantuk. Rini Susanti, salah satu peserta, mengaku terkesan, “Dengan cara ini lebih menarik karena ada aktivitas berpikir dan bergerak sehingga tidak ngantuk.”

Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama yang membuat peserta semakin bersemangat. Materi berlanjut pada desain pembelajaran mendalam dengan metode yang sama seperti hari pertama, sehingga para guru mulai terbiasa sekaligus menikmati proses belajar yang menyenangkan. Suasana semakin hidup ketika Bu Ratna memberikan apresiasi berupa doorprize bagi peserta yang aktif bertanya maupun berbagi pengalaman.

Workshop kemudian ditutup dengan foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang segar, menyenangkan, dan penuh makna.

Dengan keberhasilan kegiatan ini, diharapkan guru MI Banjarnegara mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan desain pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Bukan hanya sekadar meningkatkan kompetensi, tetapi juga mewujudkan pendidikan yang berakar pada cinta, kreativitas, serta kepedulian sosial. (rs)

Skip to content