Penyuluh Agama Islam Pandanarum Bimbing Majelis Taklim Miftakhul Huda: Edukasi Tata Cara Shalat Jenazah dan Etika di Pemakaman

Banjarnegara (Humas) – Kegiatan pembinaan keagamaan kembali dilakukan oleh Efatun Vaizah dan Turno selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum dalam kegiatan pengajian Rutin yang diselenggarakan  Majelis Taklim Miftakhul Huda yang bertempat di Masjid Wanaroba, pada Rabu (24/9/2025), pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan dimulai dengan suasana penuh kekhusyukan melalui pembacaan Asmaul Husna, dilanjutkan dengan Syi’ir Tanpo Waton yaitu sebuah karya sastra religius yang sarat akan nasihat kehidupan dan pengingat diri. Lantunan syi’ir yang dibawakan bersama-sama menciptakan atmosfer religius yang menyentuh hati para jamaah.

Setelah pembukaan, kegiatan memasuki acara inti. Efatun Vaizah membawakan materi bimbingan tentang tata cara menyolatkan jenazah. Materi disampaikan secara rinci, mulai dari niat, gerakan, bacaan, hingga adab-adab penting dalam pelaksanaan shalat jenazah. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman umat terhadap ibadah ini sebagai bagian dari kewajiban fardhu kifayah.

“Pemahaman tentang shalat jenazah bukan hanya teori, tapi juga praktik yang bisa menjadi ladang amal. Jangan sampai kita ragu atau bingung saat ada tetangga atau keluarga yang meninggal,” ujar Efatun kepada para jamaah.

Sementara itu, Turno memberikan penyuluhan yang tak kalah penting yakni mengenai etika perempuan dalam mengikuti proses pemakaman. Ia menjelaskan batasan-batasan yang perlu diperhatikan oleh perempuan saat menghadiri prosesi penguburan, mulai dari pakaian yang sesuai, menjaga adab di pemakaman, hingga hal-hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam pandangan syariat.

“Islam tidak melarang perempuan ke pemakaman, tetapi ada adab yang harus dijaga. Jangan sampai niat baik kita justru mengganggu prosesi atau bertentangan dengan syariat,” jelas Turno dalam penyampaian materinya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Para anggota majelis taklim aktif bertanya seputar praktik shalat jenazah maupun persoalan fiqih perempuan dalam konteks pemakaman. Acara diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemudahan dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para anggota majelis. Mereka merasa terbantu dan semakin paham akan praktik keagamaan yang sering terjadi di masyarakat namun belum banyak dipahami secara mendalam.

Dengan pembinaan seperti ini, para Penyuluh Agama Islam berharap masyarakat semakin teredukasi, memiliki pemahaman agama yang kuat, dan siap mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (ev, azd)

Skip to content