Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali meneguhkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah melalui kegiatan Baca Senyap yang dilaksanakan setiap hari Senin pada pekan genap. Pada Senin (29/9), seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 mengikuti kegiatan ini secara serentak di masing-masing kelas dengan didampingi wali kelas. Selama 40 menit pada jam pelajaran pertama, para siswa diajak memasuki suasana hening, membaca buku pilihan mereka baik fiksi maupun nonfiksi secara mandiri.
Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Hj. Yuniyati, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Baca Senyap merupakan salah satu program unggulan madrasah yang secara konsisten dijalankan setiap tahun ajaran.
“Budaya literasi adalah salah satu fondasi penting dalam pendidikan. Dengan Baca Senyap, kami ingin menumbuhkan kecintaan membaca pada siswa. Tidak hanya membaca buku pelajaran, tetapi juga memperkaya wawasan mereka melalui berbagai jenis bacaan,” ungkap Hj. Yuniyati.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila.
Linara, salah satu pembimbing kelas unggulan sastra dan seni, juga memberikan tanggapan positif. Ia menilai bahwa kegiatan ini membantu siswa mengasah kepekaan berbahasa dan memperluas imajinasi.
“Sebagai pembimbing kelas unggulan sastra, saya melihat banyak manfaat dari Baca Senyap. Siswa menjadi lebih kaya kosakata, terinspirasi untuk menulis, bahkan mampu menemukan ide-ide kreatif yang bisa dikembangkan menjadi karya sastra. Kebiasaan membaca secara rutin seperti ini adalah investasi jangka panjang bagi pengembangan keterampilan literasi mereka,” jelas Linara.
Suasana di kelas-kelas terlihat kondusif sejak dimulainya kegiatan. Siswa duduk dengan tenang sambil membuka buku masing-masing. Ada yang asyik membaca novel, ada pula yang membaca buku pengetahuan populer. Wali kelas pun ikut serta membaca, memberikan teladan positif bagi siswa.
Estu Dyah Fitriyani, salah satu wali kelas yang turut mendampingi kegiatan di kelasnya, merasa senang dengan antusiasme siswa.
“Awalnya memang ada beberapa siswa yang kurang terbiasa membaca dalam suasana hening, namun lama kelamaan mereka mulai menikmati. Bahkan ada yang sampai membawa buku dari rumah saking hampir semua koleksi di sudut baca kelas sudah pernah terbaca,” tuturnya.
Menurut Estu, peran wali kelas tidak hanya memastikan ketertiban, tetapi juga memberikan motivasi agar siswa benar-benar memanfaatkan waktu 40 menit ini untuk memperkaya wawasan.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para siswa. Dheliza, salah satu siswi kelas 7B, mengaku senang dengan adanya Baca Senyap.
“Saya jadi punya waktu khusus untuk membaca buku yang saya suka. Biasanya saya suka membaca cerita-cerita petualangan. Rasanya menyenangkan bisa membaca bersama teman-teman tanpa gangguan. Saya jadi ingin membaca lebih banyak lagi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selain sebagai sarana membangun budaya literasi, Baca Senyap diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang gemar belajar dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap kegiatan ini dapat menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin anak-anak menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban. Ke depan, kami berencana menambah variasi kegiatan literasi seperti bedah buku dan resensi buku yang akan dipresentasikan siswa di depan kelas. Dengan begitu, keterampilan literasi mereka akan semakin terasah,” pungkas Hj. Yuniyati.
Melalui konsistensi pelaksanaan Baca Senyap setiap dua pekan sekali, MTs Negeri 1 Banjarnegara menunjukkan bahwa literasi bukan hanya slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang hidup di madrasah. Dengan dukungan semua pihak, program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang gemar membaca, kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Fy/La)







