Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Sebanyak lima tim riset dari madrasah tersebut berhasil menembus babak final ajang bergengsi Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2025 yang diselenggarakan oleh ABAK Academy bekerjasama dengan Artificial Intelligence Center Indonesia dan Insan Madani Center melalui website KREASI pada Kamis (2/10).
Lima tim itu terdiri dari empat tim bidang MSTL (Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan) dan satu tim bidang ISHK (Ilmu Sosial, Humaniora, dan Keagamaan). Tim-tim tersebut adalah:
1. Tim Gendis – Nidia
2. Tim Haqilah – Nada
3. Tim Lituhayu – Maritza
4. Tiim Arvin – Dika
6. Tim Narendra – Nauval
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan bangganya.
“Alhamdulillah, ini adalah capaian luar biasa. Lima tim sekaligus lolos ke babak final bukan hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga Banjarnegara. Ini bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara nasional melalui penelitian ilmiah. Kami berharap mereka bisa tampil percaya diri saat presentasi nanti,” ujarnya.
Koordinator kelas unggulan riset, Hj. Tri Widayati, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras siswa dan dukungan penuh para guru pembimbing.
“Sejak awal kami membina mereka dengan serius. Mulai dari penggalian ide, penulisan proposal, hingga persiapan presentasi. Tim riset Madtsansa ini sudah terbiasa dengan budaya literasi dan inovasi, sehingga karya yang dihasilkan memang solutif dan kontekstual,” terangnya.
Wakil kepala urusan kesiswaan, Ikhsanudin, menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya.
“Kegiatan riset memberi ruang bagi anak-anak untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan melahirkan karya nyata. Kami bangga mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat lewat penelitian yang aplikatif,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim, Gendisayu Mahanani, mengaku tidak menyangka bisa lolos ke babak final.
“Awalnya kami ragu karena persaingan ketat, tetapi dukungan guru dan teman-teman membuat kami yakin. Semoga saat presentasi nanti kami bisa memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Narendra Parama Neshaputra, finalis bidang ISHK, merasa penelitian timnya membawa misi sosial.
“Kami meneliti tentang peran ayah melalui permainan role playing. Ini berangkat dari kepedulian kami terhadap anak-anak panti asuhan. Harapan kami, riset ini bisa memberi manfaat nyata,” ucapnya penuh semangat.
Menurut informasi panitia, babak final KREASI 2025 akan dilaksanakan secara luring di akhir Oktober. Seluruh finalis diwajibkan mengikuti technical meeting pada Sabtu (11/10).
Keikutsertaan lima tim dari MTs Negeri 1 Banjarnegara ini sekaligus memperkuat posisi madrasah tersebut sebagai salah satu sekolah riset unggulan di tingkat nasional. Dengan doa dan dukungan semua pihak, diharapkan para finalis dapat menorehkan prestasi terbaik.
“Kami mohon doa restu dari seluruh keluarga besar Madtsansa agar tim riset ini dimudahkan dalam presentasi dan bisa membawa pulang gelar juara,” tutup H. Yatiman. (Lin/La)







