Kolaborasi Lintas Sektoral, KUA Susukan Beri Pembinaan Rohani bagi Ibu Hamil di Panerusan Kulon

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susukan kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan di Kelas Ibu Hamil Desa Panerusan Kulon pada Selasa (8/10). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektoral antara KUA Susukan dan Puskesmas 2 Susukan sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan beriman. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara bidang kesehatan dan keagamaan dalam mendampingi para ibu hamil agar siap secara fisik, mental, dan spiritual menjelang persalinan.

Kegiatan diikuti oleh para ibu hamil dari wilayah Desa Panerusan Kulon dan sekitarnya. Mereka tampak antusias mengikuti sesi demi sesi yang disampaikan oleh dua narasumber, yakni Penyuluh Agama Islam dari KUA Susukan dan dr. Ronald, dokter internship dari Puskesmas 2 Susukan. Dalam kesempatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan medis tentang kesehatan ibu dan janin, tetapi juga pembinaan rohani agar lebih siap menghadapi proses kehamilan dengan ketenangan dan keikhlasan.

Dalam materinya, Penyuluh Agama Islam, Siti Maftukhah Tiara Rizky menyampaikan pentingnya penguatan spiritual bagi para ibu hamil. “Ibu hamil sedang menumbuhkan kehidupan di dalam dirinya. Maka penting bagi mereka untuk memperbanyak doa, dzikir, dan menjaga hati agar selalu bersyukur. Dengan ketenangan hati, insyaallah kehamilan akan terasa lebih ringan dan penuh keberkahan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa doa seorang ibu pada masa kehamilan sangat mustajab dan menjadi ikhtiar spiritual dalam membentuk anak yang saleh dan sehat lahir batin.

Sementara itu, dr. Ronald menjelaskan bahwa aspek spiritual memiliki kaitan erat dengan kondisi medis ibu hamil. “Kesehatan mental dan spiritual yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan hormon serta menurunkan risiko stres. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena mengajarkan bahwa kesehatan tidak hanya bersumber dari fisik, tetapi juga dari ketenangan batin,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu hamil dapat memperoleh pemahaman yang utuh tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani, sehingga mampu menjalani kehamilan dengan penuh semangat, kesadaran, dan kebahagiaan. (smtr/yay)

Skip to content