Banjarnegara (Humas)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-80, Danposramil Pandanarum menggelar acara tasyakuran sederhana namun penuh makna di Pendopo Kecamatan Pandanarum, mulai pukul 09.00- 11.00 WIB. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. (08/10)
Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, bertindak memimpin doa bersama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Ia hadir mewakili Kepala KUA Pandanarum yaitu Mohamad Dzulfikar, yang pada saat bersamaan tengah melaksanakan tugas dinas di luar kecamatan. Meskipun Kepala KUA tidak dapat hadir langsung, kehadiran Penyuluh Agama menunjukkan komitmen KUA Pandanarum dalam mendukung kegiatan lintas sektor, terutama yang bersifat kemasyarakatan dan kebangsaan.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diikuti oleh sambutan- sambutan dari unsur Forkopimcam, termasuk Camat Pandanarum dan perwakilan dari Koramil serta Polsek. Dalam sambutannya, Camat Pandanarum menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas wilayah, termasuk peran aktif TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Pandanarum.
Salah satu momen yang sangat khidmat dalam acara tersebut adalah doa bersama yang dipimpin oleh Sudarno. Ia memanjatkan doa agar TNI senantiasa diberi kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT dalam menjaga tanah air serta tetap setia mengabdi untuk rakyat, bangsa, dan negara.
“Melalui doa ini, kami memohon agar TNI tetap kuat, solid, dan dicintai rakyat. Usia ke-80 adalah usia yang matang, dan kami berharap TNI terus menjadi penjaga NKRI yang profesional dan bermartabat,” ungkap Sudarno.
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan tasyakuran sebagai inti acara, yang diisi dengan pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa. Acara kemudian diakhiri dengan ramah tamah, yang menjadi ajang silaturahmi antara berbagai unsur yang hadir.
Kehadiran KUA meski hanya diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, menegaskan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya terbatas pada tugas keagamaan formal seperti pencatatan pernikahan dan bimbingan keluarga, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan lintas sektor. Kehadiran Sudarno sebagai pemimpin doa dalam acara tersebut merupakan bukti nyata bahwa penyuluh agama adalah ujung tombak Kemenag dalam membangun hubungan harmonis antara umat, negara, dan institusi sosial. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah, aparat pertahanan dan keamanan, serta tokoh agama. Ketiganya memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang rukun, religius, dan cinta tanah air.
(ev, azd)







