Penyuluh Agama Islam Pandanarum Siap Sukseskan Gerakan Keluarga Maslahat

Banjarnegara (Humas) – Dua orang perwakilan Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kecamatan Pandanarum menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada Jumat (10/10). Kegiatan ini bertempat di Rumah Makan Saung Mansur dan diikuti oleh puluhan penyuluh agama dari seluruh kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.

Gerakan Keluarga Maslahat merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk membina dan memperkuat ketahanan keluarga Indonesia, baik dari segi keagamaan, sosial, maupun ekonomi. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Rapat koordinasi ini dihadiri secara pribadi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Banjarnegara, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis para penyuluh agama dalam menyukseskan program ini.

“Penyuluh adalah ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan melalui pendekatan keagamaan. Dalam konteks Gerakan Keluarga Maslahat, penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, membina keluarga harmonis, dan mendorong pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.

Dua penyuluh yang mewakili Kecamatan Pandanarum menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam rakor ini sangat bermanfaat sebagai ajang koordinasi, evaluasi, serta penyamaan persepsi antarpenyuluh. Selain itu, mereka juga menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam merealisasikan program-program Kementerian Agama, khususnya Gerakan Keluarga Maslahat.

“Kami siap mengimplementasikan hasil rakor ini di wilayah kerja kami. Kami juga akan terus membangun komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat dan stakeholder lokal agar program ini bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang tangguh dan berdaya,” ujar salah satu penyuluh dari Pandanarum.

Selain pemaparan materi dan diskusi kelompok, kegiatan rakor ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kapasitas bagi para penyuluh agama. Mereka diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan profesionalisme, sejalan dengan semangat transformasi layanan keagamaan yang inklusif, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para penyuluh membawa pulang semangat baru untuk terus bergerak dan berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan solutif. (ev)

Skip to content