Rencanakan Kegiatan HSN dan FASI, Mimau Adakan Rapat Koordinasi Dengan Penuh Semangat

Banjarnegara – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo atau yang biasa selalu dikenal dengan sebutan MIMAU ini melaksanakan rapat koordinasi persiapan agenda Hari Santri Nasional pada hari Jum’at, 10 Oktober 2025 pukul 11.00 WIB bertempat di ruang kelas 1A lantai 1.

Kegiatan tersebut tidak murni hanya membahas HSN saja, namun sekaligus membahas beberapa kegiatan madrasah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini yang memang waktunya yang berbarengan dengan peringatan HSN tersebut. Rapat pada siang itu dipimpin oleh Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah MIMAU tersebut. Diawali dengan tadarus Al-Qur’an dan urai tajwid, harapannya kegiatan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang sesuai dan segala yang direncanakan dapat berjalan lancar. (10/10)

“mari kita awali rapat sekaligus musyawarah ini dengan tadarus Al-Qur’an terlebih dahulu sekaligus urai tajwidnya. Meskipun hanya 1 ayat pertama guru mudah-mudahan ini sebagai jalan kita mendapatkan petunjuk terbaik dari Allah SWT atas rencana yang kita susun,” ajak Wahyul kepada seluruh dewan guru/ pendidik dan tenaga kependidikan MIMAU siang itu.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh karyawan yang dalam hal ini adalah pendidik dan tenaga kependidikan MIMAU. Berjumlah 20 guru rapat tersebut membahas HSN, Festival Anak Sholih Indonesia (FASI), dan kegiatan madrasah lainnya lagi. Bukan hanya itu saja, namun ditetapkan sekaligus penanggung jawab dari kegiatan – kegiatan tersebut, meliputi kegiatan serangkaian HSN, pelatih dan pendamping FASI, serta petugas-petugas dipersiapkan kegiatan madrasah.

Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk merencanakn berbagai agenda kegiatan, baik dari segi teknis pelaksanaan, susunan acara, maupun koordinasi antar lembaga terkait. Melalui rapat ini diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam mewujudkan pelaksanaan HSN dan FASI yang meriah, bermakna, dan membawa semangat juang kebangsaan serta keagamaan yang kuat di kalangan santri dan masyarakat luas.

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat akan peran besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat keislaman, kebangsaan, dan pengabdian para santri di era modern.

“terimakasih atas waktu yang sudah diluangkan dan segala perhatian yang sudah dilakukan, semoga apa yang sudah direncanakan berjalan lancar,”ungkap Wahyul memberikan semangat kepada semua.

“mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan. Wujudkan harapan dengan segala perjuangan dengan penuh keikhlasan, asatidz wal asatidzah MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo..(jawab:”hamasah wal Istiqomah”),”pungkas Wahyul sambil mengepalkan tangan sembari menyuarakan yel penyemangat guru-guru MIMAU.(NF)

Skip to content