Mimau Ubah Pola Pikir Sulit Matematika Dengan Pembelajaran Menarik Melalui Prasmanan Bangun Ruang

Banjarnegara – Matematika dianggap pelajaran penting karena melatih kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis yang esensial untuk menyelesaikan masalah di berbagai bidang, baik akademik maupun kehidupan sehari-hari. Matematika juga merupakan dasar bagi ilmu pengetahuan lain seperti sains, teknik, dan ekonomi, serta mengembangkan keterampilan analitik yang dibutuhkan di banyak profesi. Namun sayangnya Matematika selalu dikenal dengan pelajaran sulit dan menyeramkan oleh kalangan siswa.

Pasalnya pelajaran ini memang memerlukan pemahaman yang pasti dan konsentrasi yang tinggi. Jadi, sebagai guru sering sekali mencari cara agar anak didiknya merasa senang ketika akan belajar matematika dengan mencari metode ataupun media baru dalam penyampaian materi yang akan diajarkan. Adalah siswa kelas 2B MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo atau yang sering disebut-sebut dengan singkatan MIMAU ini salah satu yang menggunakan metode menarik.

Sabtu kemarin (11/10), berawal dari guru kelas yang ingin merubah pola pikir anak didiknya agar tidak berfikir bahwa matematika itu sulit, maka Nurul Khikmah selaku guru kelas 2B tersebut mencetuskan menggunakan metode prasmanan untuk menyampaikan materi tentang bangun ruang. Harapannya dengan metode ini materi tersebut dapat diresap dengan baik, dan menambah pemahaman siswa kelas 2B tentang ciri-ciri bangun ruang. Tata cara pelaksanaan metode tersebut yaitu siswa mengambil bentuk bangun ruang dan benda konkretnya. Untuk kemudian menempelkan gambar bangun ruang dan benda konkret bersebelahan dibuku tulis. Selanjutnya menuliskan banyak sisi, rusuk dan titik sudutnya.

Berjumlah 26 siswa, secara bergantian maju satu per satu layaknya kita sedang mengantri saat mengambil makan di prasmanan. Lumayan unik pula metode ini, jadi anak-anak asyik belajar sinambi seolah-olah bermain peran sedang melakukan kegiatan menunggu giliran untuk makan prasmanan bangun ruang.

“jadi tidak ada yang boleh berebut ya, harus sesuai antrian dan lakukan tugas dengan baik dan benar, mudah-mudahan kegiatan ini dapat menambah pemahaman dan pengetahuan kalian ya nak kelas 2B,” ucap Nurul memberikan peringatan agar semuanya berjalan dengan tertib dan teratur.

Dan ternyata Cermelang singkatan dari cerdas menawan rajin dan gemilang bukan hanya sebuah jargon saja bagi kelas 2B, tapi merupakan doa dan harapan bagi siswa-siswinya sesuai dengan ide-ide cemerlang mereka.

“semoga kelak kalian jadi anak-anak yang manfaat ya, bisa menciptakan ide kreatif lainnya dimasa yang akan datang,” harap Nurul memberikan semangat kepada anak didiknya yang setiap hari menjadi teman belajar di kelas 2B itu.(NF)

Skip to content