MIMAU Rutinkan Giat Ziarah Jum’at Kliwon Ke Maqam Al Fatah

Banjarnegara – Ziarah kubur atau yang biasa dikenal dengan bahasa nyekar merupakan tradisi keagamaan yang kental, melibatkan pembacaan tahlil, doa bersama, serta ziarah ke makam para leluhur atau tokoh agama. Kegiatan ini bertujuan menjaga spiritualitas, silaturahmi, dan melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah. Dampak positif dari kegiatan tersebut selain peningkatan spiritualitas, kegiatan ziarah juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui aktivitas pedagang kaki lima dan penginapan.

Adalah MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yang selalu merutinkan kegiatan ziarah kubur setiap hari Jum’at Kliwon yang bertepatan pada minggu ini. Selain malam Jumat Kliwon, kegiatan ziarah juga bisa dilakukan pada Jumat Kliwon siang hari. (10/10)

Berjumlah 308 siswa dan 20 pendidik dan tenaga kependidikan  berangkat dengan berjalan kaki menuju ke Maqam Al Fatah yang terletak kurang lebih 500 meter dari MIMAU.

Giat ziarah Pendiri PP Salafiyah Al Falah Joyokusumo maqam KH Hamzah beserta zurriyah beliau ini kegiatan rutin setiap hari Jum’at kliwon. Dengan membawa bunga tujuh rupa untuk nyekar, serta buku tahlil untuk dibacakan pada saat tahlil qasar, kegiatan tersebut rutin terlaksana dengan baik dan teratur.

“Alhamdulillah, semoga perjalanan ziarah kali ini mendapatkan pahala kebaikan, mengingatkan kita pada kematian dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT,” ucap Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah.

Wahyul juga menambahkan bahwa agenda ziarah akan dilakukan setiap hari Jum’at kliwon secara bergantian kelas bawah satu, dua, dan tiga serta kelas atas empat, lima, enam. Harapannya agar lebih kondusif dan teratur prosesnya serta pengkondisiannya.

“tetap jaga ketertiban, alur perjalanan menuju ke maqam dan terjaga pengkondisian anak didik kita serta ajarkan tentang adab ketika di maqam,” imbuh Yul panggilan beliau.

Sementara itu, Muhammad Ahza Hamizan atau yang biasa dipanggil Ahza yang merupakan salah satu siswa MIMAU yaitu dari kelas 1C menyatakan kegembiraanya dengan adanya kegiatan ziarah tersebut, karena dapat menambah pengalaman serta pengetahuan perihal ziarah kubur.

“Ini adalah kali pertama aku ziarah bersama teman-temanku, ternyata asyik juga ya, bisa sambil jalan-jalan dan kita jadi tahu bahwa orang meninggal ternyata harus selalu dikirimi doa,”kata Ahza dengan gaya anak kelas satu yang masih lucu itu dihadapan temannya.(NF)

Skip to content