Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar kembali hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pengajian rutin Jumat Kliwon di Majelis Taklim Al-Fatah, Dusun Kasimpar, Desa Paweden. (10/10)
Kegiatan ini menjadi bagian dari program “KUA Hadir di Tengah Umat”, yang konsisten menghadirkan edukasi keagamaan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam.
Penyuluh Agama Islam, Amad Zuhri, menjadi narasumber dengan menyampaikan kajian fikih bab Ṭahārah (bersuci), termasuk syarat dan rukun wudhu, dengan merujuk pada kitab Durar al-Bahiyyah.
Dalam penjelasannya, Zuhri menegaskan bahwa Ṭahārah merupakan pondasi utama dalam pelaksanaan ibadah.
“Ṭahārah bukan hanya bersuci secara fisik, tapi juga pembersihan hati dari sifat-sifat buruk. Kesucian lahir batin menjadi syarat diterimanya ibadah kita di hadapan Allah,” ujar Zuhri.
Ia juga menjelaskan bahwa rukun wudhu ada enam, yaitu: niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dan tertib.
“Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka wudhu dianggap belum sempurna,” tambahnya.
Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Jamaah aktif bertanya mengenai hal-hal yang membatalkan wudhu, tata cara menjaga kesucian, hingga kebiasaan yang sering luput dari perhatian.
Di akhir sesi, dilakukan diskusi ringan yang semakin memperkaya pemahaman jamaah terhadap pentingnya Ṭahārah dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, jamaah semakin semangat belajar. Kajian seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya beribadah, tapi juga memahami dasar-dasar fikih secara benar,” pungkas Zuhri.
Melalui kegiatan ini, KUA Karangkobar terus berkomitmen menebarkan ilmu, memperkuat literasi keagamaan, serta membina masyarakat menuju umat yang bersih, berilmu, dan berakhlak mulia. (dr/azd)







