Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan di MTs Negeri 1 Banjarnegara Dorong Integrasi Isu Kependudukan dalam Pembelajaran

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berwawasan kependudukan. Pada Jumat (10/10), Madtsansa menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut menghadirkan tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Kabupaten Banjarnegara sebagai narasumber.

Tim SSK Dispermades yang diketuai oleh Masfufatun Juni–Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Advokasi, menyampaikan materi utama mengenai Kebijakan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Dalam paparannya, Masfufatun menjelaskan bahwa SSK merupakan upaya strategis untuk menanamkan nilai dan kesadaran kependudukan kepada peserta didik sejak dini melalui kegiatan pembelajaran yang terintegrasi.

“Permasalahan kependudukan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, kesadaran terhadap isu kependudukan harus ditanamkan sejak di bangku sekolah. Sekolah Siaga Kependudukan hadir untuk membentuk generasi yang sadar pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Masfufatun juga menekankan pentingnya integrasi materi Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pendidikan kependudukan tidak menciptakan mata pelajaran baru, tetapi mengintegrasikannya ke berbagai mata pelajaran yang sudah ada.

“Dengan demikian, siswa dapat memahami isu-isu kependudukan melalui konteks yang relevan, misalnya melalui pembelajaran matematika, biologi, atau IPS,” tambahnya.

Materi kedua disampaikan oleh Holly Kurniawati, anggota tim SSK Dispermades, yang memaparkan teknik penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terintegrasi kependudukan. Ia mengajak para guru untuk berinovasi dalam mengaitkan topik-topik kependudukan, seperti bonus demografi, stunting, dan urbanisasi, dengan capaian pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka.

“Melalui RPP terintegrasi, guru berperan besar dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap masa depan bangsa,” tutur Holly.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dispermades PPKB Banjarnegara atas dukungannya terhadap penguatan pendidikan kependudukan di madrasah.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata menuju madrasah yang berwawasan kependudukan. Kami berharap seluruh guru mampu mengimplementasikan nilai-nilai SSK dalam pembelajaran dan kegiatan madrasah,” ujar H. Yatiman.

Beliau juga menambahkan bahwa madrasah siap berkolaborasi untuk mengembangkan Pojok Kependudukan sebagai pusat literasi dan sumber informasi tentang program Bangga Kencana.

“Kami ingin peserta didik Madtsansa memiliki kesadaran dan karakter yang kuat dalam memahami dinamika kependudukan sebagai bagian dari pembentukan generasi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Hj. Yuniyati, selaku Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini.

“Integrasi isu kependudukan dalam pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan karakter. Siswa belajar untuk memahami realitas sosial dan lingkungan, serta dilatih berpikir kritis terhadap tantangan demografi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil dari pelatihan ini akan segera ditindaklanjuti dengan workshop penyusunan RPP terintegrasi di masing-masing mata pelajaran.

Sementara itu, Asih Wijayanti, selaku Ketua SSK MTs Negeri 1 Banjarnegara, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan dari tim Dispermades. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal penguatan peran madrasah sebagai Sekolah Siaga Kependudukan kategori paripurna.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan SSK sebagai gerakan bersama seluruh warga madrasah. Pojok Kependudukan akan kami aktifkan sebagai pusat informasi, dan kegiatan siswa akan diarahkan agar bernuansa edukatif dan inspiratif,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MTs Negeri 1 Banjarnegara ini berjalan dengan penuh antusias. Para guru aktif berdiskusi dan berbagi ide terkait penerapan materi kependudukan dalam pembelajaran. Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin menegaskan perannya sebagai madrasah unggul yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial peserta didik.

Dengan terlaksananya kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan ini, diharapkan Madtsansa semakin siap menjadi pelopor madrasah berwawasan kependudukan di Kabupaten Banjarnegara, sekaligus turut mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap keberlanjutan bangsa. (Lin/La)

Skip to content