Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Penyusunan Modul Pembelajaran Semester Genap

Banjarnegara (Humas) – Sebanyak 12 guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan Penyusunan Modul Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu (11/10) di RM Sari Rahayu, Semampir. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program penguatan perangkat pembelajaran madrasah guna mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan yang semula dijadwalkan pada Rabu (15/10) tersebut dimajukan berdasarkan surat revisi dari KKMTs Banjarnegara Nomor 209/K3MTs/Bna/10/2025. Seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan guru setiap madrasah di Banjarnegara hadir dengan membawa perangkat kerja dan laptop untuk menyusun modul pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu.

Dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, para guru yang ditugaskan meliputi: Umi Mahy (Qur’an Hadis kelas 7), Khoirul Mahbub (Fikih kelas 7), Nabila Kirana (Bahasa Indonesia kelas 7), Abdul Majid (Bahasa Arab kelas 9), Linara (Matematika kelas 7), Ikhsanudin (Aqidah Akhlak kelas 9), Novia Fajriati Alqomar (IPA kelas 8), Asih Wijayanti (IPS kelas 7), Slamet Brotoseno (Bahasa Inggris kelas 9), Nurwachidin Supriyatno (PJOK kelas 7), Aulia Nazla (Informatika kelas 9), dan Pratiwi Indah (Pendidikan Pancasila kelas 7).

Ketua KKMTs Kabupaten Banjarnegara, Natir,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan modul pembelajaran bukan hanya formalitas administrasi, melainkan bagian penting dari proses pendidikan yang berorientasi pada peserta didik.

“Modul pembelajaran yang baik harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu relevan, sistematis, dan aplikatif. Relevan artinya isi modul harus sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Sistematis berarti modul disusun runtut mulai dari tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, hingga asesmen. Dan aplikatif artinya dapat diterapkan secara nyata di kelas,” terang Natir.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana berbagi praktik baik antar guru madrasah se-Kabupaten Banjarnegara dalam mengembangkan bahan ajar inovatif berbasis proyek dan nilai-nilai keagamaan.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman,  memberikan apresiasi kepada tim guru yang telah mewakili madrasah. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk komitmen profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan guru-guru Madtsansa. Melalui kegiatan ini, para pendidik bisa memperbarui dan menyesuaikan modul pembelajaran agar lebih kontekstual, kreatif, dan menyenangkan. Madrasah yang unggul lahir dari guru-guru yang terus belajar dan berinovasi,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Nabila Kirana, guru Bahasa Indonesia kelas 7, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini memberi kesempatan bagi kami untuk berdiskusi dengan guru-guru dari madrasah lain. Saya belajar banyak tentang bagaimana menyusun modul yang memadukan literasi, profil pelajar Pancasila, dan konteks kehidupan sehari-hari,” tutur Bela.

Senada dengan itu, Nurwachidin Supriyatno, guru PJOK kelas 7, juga menyampaikan kesan positifnya.

“Kami tidak hanya menulis, tetapi juga diajak berpikir bagaimana kegiatan belajar bisa lebih bermakna. Dalam PJOK, misalnya, saya mencoba memasukkan unsur kebugaran jasmani sekaligus nilai sportivitas dan kolaborasi antarsiswa,” jelasnya.

Kegiatan penyusunan modul ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Suasana tampak aktif dan produktif, para guru berdiskusi, menyusun, serta mempresentasikan hasil kerja mereka di bawah pendampingan tim KKMTs. Di akhir kegiatan, setiap kelompok mata pelajaran diminta untuk menyerahkan draf modul yang siap disempurnakan pada tahap finalisasi berikutnya.

Dengan tersusunnya modul pembelajaran yang terarah dan kontekstual, diharapkan proses belajar mengajar di MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin efektif dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kompetensi abad ke-21.

“Semoga hasil kegiatan ini membawa manfaat besar bagi mutu pendidikan madrasah dan menjadi ladang pahala bagi para pendidik,” pungkas H. Yatiman menutup pernyataannya. (Lin/La)

Skip to content