Rambut Suku Kata, Metode Unik Tingkatkan Kemampuan Membaca Awal di Kelas Bilingual MIFABARA

Banjarnegara – Kelas 1A Bilingual MI Al Fatah Parakancanggah-Banjarnegara (MIFABARA) tampak begitu bersemangat pada Senin, (13/10), melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang suku kata. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mampu mengenal, membaca, dan menyusun kata dari suku kata sederhana dengan cara yang menyenangkan.

Dalam pembelajaran ini, guru menggunakan metode “Menggunting dan Menempelkan Kata Menjadi Suku Kata.” Siswa diberi selembar kertas yang berisi gambar dan potongan suku kata yang ada di bawahnya. Kegiatan diawali dengan menggunting potongan suku kata tersebut kemudian ditempelkan pada gambar kepala yang telah disiapkan sebelumnya.  Sehingga sehelai “rambut” berisi satu suku kata. Saat semua suku kata ditempel dengan benar terbentuklah suku kata utuh seperti mata, minum, musang, merah, dan masih banyak suku kata yang lainnya.

Anak-anak tampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka membaca dengan lantang setiap suku kata sambil menempelkan potongan kertas satu persatu. Selain belajar membaca, kegiatan ini juga melatih motorik halus dan daya konsentrasi siswa.

Guru kelas 1A Bilingual, Nihrirotun Nashihah menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa lebih memahami konsep suku kata melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dengan aktifitas kreatif seperti ini, siswa jadi lebih cepat mengingat dan memahami bagaimana suku kata membentuk sebuah kata,”ujarnya.

Kepala madrasah, Durotun Nafisah memberikan apresiasi atas kreativitas guru dan semangat siswa dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan minat belajar sejak dini. Guru berhasil menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Saya bangga melihat anak-anak belajar dengan gembira,” ujarnya.

Salah satu siswa, Umay, dengan wajah ceria mengatakan,” Aku senang sekali menggunting dan menempel suku rambut suku kata, sekarang aku jadi tahu kalau kata musang berasal dari suku kata mu dan sang,” ujarnya penuh keceriaan.

Orang tua pun merasa bangga melihat perkembangan anak-anaknya yang mulai lancar mengeja. Pembelajaran ini menjadi langkah awal yang berarti dalam menumbuhkan generasi gemar membaca dan menulis.

Melalui kegiatan “Rambut Suku Kata” ini, siswa tidak hanya belajar membaca dan menyusun kata, tetapi tenyata pembelajaran bisa dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan. Diharapkan kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk membuat pembelajaran di kelas 1 semakin kreatif, aktif, dan penuh keceriaan. (nih/nas)

Skip to content