Kelas 2A MIFABARA Belajar Bahasa Indonesia dengan Deorema: Mengenal Rambu Lalu Lintas Sejak Dini

Banjarnegara – Suasana belajar di kelas 2A MI Al Fatah Parakancangah  (MIFABARA) tampak begitu hidup pada Senin, 13 Oktober 2025. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kali ini, wali kelas Marba mengajak peserta didik belajar dengan cara yang menyenangkan menggunakan Deorema, media pembelajaran berbasis permainan edukatif yang membantu siswa memahami materi secara interaktif.

Tema pembelajaran hari itu adalah mengenal rambu-rambu lalu lintas. Melalui Deorema, anak-anak diajak mencocokkan gambar rambu dengan arti atau kalimat peringatannya. Misalnya, ketika muncul gambar rambu “Dilarang Berhenti”, siswa diminta membaca kalimat larangannya dengan lafal dan intonasi yang tepat. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak usia dini.

“Anak-anak sangat antusias karena bisa belajar sambil bermain. Mereka jadi cepat mengenal berbagai jenis rambu lalu lintas seperti tanda dilarang parkir, hati-hati di tikungan, hingga penyeberangan pejalan kaki,” tutur Marba, wali kelas 2A. Ia menambahkan bahwa dengan metode Deorema, siswa lebih mudah memahami makna simbol dan kata yang sering dijumpai di jalan.

Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan membaca dan berbicara dalam Bahasa Indonesia melalui diskusi kelompok kecil. Beberapa siswa dengan percaya diri maju ke depan kelas untuk menjelaskan fungsi rambu yang mereka pilih, menunjukkan keberanian dan pemahaman yang baik terhadap materi.

Kepala Madrasah Durotun Nafisah mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan guru. “Belajar Bahasa Indonesia tidak harus selalu dengan buku. Melalui media seperti Deorema, anak-anak bisa belajar aktif, kreatif, dan sekaligus memahami nilai-nilai kedisiplinan di jalan raya,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Marba mengajak siswa untuk merefleksikan pelajaran hari itu. Ia berharap anak-anak tidak hanya mengenal bentuk dan arti rambu lalu lintas, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau sudah tahu artinya, ayo kita biasakan tertib di jalan,” pesannya.

Salah satu siswa,  dengan semangat berkata, “Aku jadi tahu arti rambu-rambu di jalan. Nanti kalau naik motor sama ayah, aku bisa bantu mengingatkan!”

Melalui pembelajaran ini, MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terus menanamkan nilai-nilai karakter dan keselamatan sejak dini, agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan peduli lingkungan sekitar. (nas)

Skip to content