Satu Lagi, Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Meraih Gelar Magister

Banjarnegara (Humas) – Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Salah satu guru terbaiknya, Risky Arbangi Nopi berhasil meraih gelar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen guru-guru Madtsansa untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam bidang akademik dan profesionalisme pendidikan.

Dikenal sebagai guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing kelas unggulan sastra Madtsansa, Risky Arbangi Nopi selama ini aktif dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan bakat menulis serta berpuisi di lingkungan madrasah. Ia menjadi sosok inspiratif bagi para siswa, khususnya di kelas unggulan sastra, karena selalu menanamkan semangat mencintai bahasa dan sastra Indonesia.

Dalam wawancaranya, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Kami tentu sangat bangga atas prestasi Ibu Risky Arbangi Nopi yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan magisternya. Ini menunjukkan bahwa guru-guru di MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya berfokus pada mengajar, tetapi juga berkomitmen untuk terus belajar. Peningkatan kualitas guru tentu akan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di madrasah kami,” ujar H. Yatiman.

Menurutnya, madrasah selalu mendukung para guru untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menilai bahwa semangat belajar guru menjadi contoh baik bagi para siswa agar tidak berhenti menimba ilmu di manapun dan kapanpun.

Sementara itu, Risky Arbangi Nopi, mengaku bahwa perjalanan menuju gelar magister bukanlah hal yang mudah. Namun berkat dukungan keluarga, rekan sejawat, dan para siswa, ia berhasil menuntaskan studi dengan penuh syukur.

“Perjuangan ini tentu tidak singkat. Ada banyak tantangan, mulai dari membagi waktu antara tugas sebagai guru, istri dan ibu, pembimbing ekstrakurikuler, dan kewajiban kuliah. Namun, saya percaya bahwa ilmu adalah investasi terbaik. Saya berharap apa yang saya pelajari dapat saya terapkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di Madtsansa agar semakin inovatif dan inspiratif,” tutur Risky.

Ia juga menambahkan bahwa bidang Pendidikan Bahasa Indonesia sangat luas, terutama dalam membentuk karakter siswa melalui literasi.

“Bahasa adalah cermin budaya. Melalui pengajaran bahasa, saya ingin menanamkan nilai-nilai karakter dan apresiasi terhadap sastra Indonesia yang kaya dan indah,” tambahnya.

Salah satu rekan sejawatnya di bidang Bahasa Indonesia, Nabila Kirana, turut memberikan komentar penuh semangat atas keberhasilan Risky Arbangi Nopi.

“Bu Risky itu sosok guru yang ulet, kreatif, dan sangat berdedikasi. Beliau sering menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan literasi Madtsansa. Kami para guru Bahasa Indonesia merasa termotivasi dengan pencapaian beliau. Ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak pernah berhenti meski sudah menjadi pendidik,” ujar Nabila Kirana.

Tak hanya di mata rekan sejawat, sosok Bu Risky juga begitu berkesan bagi para siswa. Rahmila Dara, siswi kelas 9B unggulan sastra yang merupakan anak wali dari Bu Risky, mengungkapkan rasa bangga dan harunya.

“Bu Risky itu bukan hanya guru, tapi juga pembimbing dan inspirator bagi kami di kelas sastra. Beliau selalu mendorong kami untuk berani menulis, membaca karya sastra, dan tampil percaya diri. Mendengar beliau lulus S2 membuat kami ikut bangga dan semakin semangat untuk belajar,” ungkap Rahmila dengan senyum bangga.

Keberhasilan Risky Arbangi Nopi menambah deretan prestasi akademik para pendidik di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Madrasah yang dikenal dengan sebutan Madtsansa ini memang aktif mendorong guru-gurunya untuk berinovasi dan berkembang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian.

Sebagai penutup, Kepala Madrasah H. Yatiman menegaskan kembali komitmen madrasah untuk selalu mendukung peningkatan kompetensi guru.

“Kami berharap, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi guru-guru lain untuk terus berprestasi. Dengan guru yang hebat, insyaallah akan lahir siswa-siswa yang hebat pula,” tegasnya.

Dengan semangat yang terus berkobar, Risky Arbangi Nopi kini siap melanjutkan langkahnya untuk mencetak generasi madrasah yang literat, kreatif, dan mencintai sastra. Prestasinya menjadi bukti nyata bahwa guru yang terus belajar akan selalu menjadi sumber inspirasi bagi madrasah dan peserta didik. (Lin/La)

Skip to content