Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara, kegiatan supervisi pembelajaran kembali dilaksanakan pada Kamis (30/10). Kali ini, Linara, salah satu tim penilai pengembang keprofesian berkelanjutan (PKB) Madtsansa sekaligus Wakil Kepala Urusan Humas, melakukan supervisi kepada Arif Widayanto, guru matematika di kelas 8F.
Supervisi tersebut berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme. Arif Widayanto membawakan materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PLSV dan PtLSV) dengan pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Ia menggunakan beberapa bungkus jajanan kering sebagai media pembelajaran untuk menjelaskan konsep variabel, koefisien, dan konstanta. Metode sederhana namun menarik ini berhasil membuat siswa lebih mudah memahami konsep dasar dalam aljabar.
“Setiap bungkus jajanan saya anggap sebagai sebuah variabel. Ada yang jumlahnya sama, ada yang berbeda, dan dari situ saya mengajak siswa untuk menentukan mana yang mewakili nilai tetap (konstanta) dan mana yang dapat berubah (variabel). Dengan benda nyata seperti ini, anak-anak lebih mudah mengaitkan konsep abstrak matematika dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Arif Widayanto saat ditemui usai kegiatan.
Menurutnya, pembelajaran matematika harus dikemas dengan cara yang menyenangkan agar tidak menimbulkan rasa takut pada siswa.
“Selama ini matematika sering dianggap sulit. Padahal, jika kita mau sedikit berkreasi dan menghadirkan konteks nyata, siswa bisa menikmati proses belajarnya. Intinya, mereka perlu diajak berpikir dan berlatih dengan cara yang dekat dengan keseharian,” tambahnya.
Sementara itu, Linara yang hadir sebagai pengawas sekaligus pendamping profesional memberikan apresiasi tinggi terhadap cara Arif mengelola pembelajaran. Ia menilai bahwa pendekatan yang dilakukan sangat relevan dengan prinsip student-centered learning dan mendorong terciptanya pembelajaran bermakna.
“Dalam supervisi ini, saya melihat bagaimana Pak Arif mengemas pelajaran dengan alat peraga sederhana yang justru sangat efektif. Siswa tampak aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba menyelesaikan persoalan secara mandiri. Ini menunjukkan adanya interaksi dua arah yang kuat antara guru dan peserta didik,” ujar Linara.
Ia juga menambahkan bahwa supervisi bukan semata kegiatan penilaian, melainkan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan profesional guru.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Madtsansa terus berkembang dalam praktik mengajarnya. Supervisi ini menjadi ruang refleksi bagi guru agar bisa melihat kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Pendekatan inovatif seperti yang dilakukan Pak Arif tentu menjadi inspirasi bagi rekan guru lain,” imbuhnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan supervisi yang berjalan dengan baik. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu di madrasah.
“Supervisi pembelajaran menjadi wadah untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada hasil belajar siswa. Kami bangga memiliki guru-guru yang terus berinovasi seperti Pak Arif dan tim penilai PKB yang aktif seperti Bu Linara. Keduanya menunjukkan semangat kolaboratif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Madtsansa,” ungkap H. Yatiman.
Dari sisi peserta didik, kegiatan pembelajaran yang disupervisi itu mendapat tanggapan positif. Janeeta, salah satu siswa kelas 8F, mengaku senang dengan cara mengajar gurunya yang dianggap tidak membosankan.
“Belajar PLSV biasanya sulit, tapi kalau dijelaskan pakai jajanan, jadi lebih paham. Kami diajak menebak dan menghitung bersama. Rasanya seperti bermain tapi tetap belajar. Saya jadi lebih mengerti apa itu variabel dan konstanta,” tutur Janeeta dengan antusias.
Melalui kegiatan supervisi ini, semangat pembelajaran kreatif dan reflektif semakin diperkuat di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Supervisi bukan hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi praktik baik antarpendidik.
Sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga yang unggul dalam prestasi dan berkarakter, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi dan pendampingan profesional terus berjalan beriringan. Dengan supervisi yang konstruktif dan kolaboratif, diharapkan seluruh guru Madtsansa semakin termotivasi untuk menciptakan pembelajaran yang inspiratif, kontekstual, dan berorientasi pada kemajuan siswa. (Lin/La)







