Banjarnegara – Siapa bilang belajar matematika itu membosankan? Hal itu tidak berlaku bagi siswa-siswi kelas 6A MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Pada Senin, 3/11, suasana kelas tampak begitu hidup dan penuh semangat. Di bawah bimbingan Avi selaku wali kelas sekaligus guru pengampu matematika, mereka belajar konsep pecahan dengan cara yang berbeda dan menyenangkan melalui kegiatan bertema “Belajar Matematika dengan Permainan Telur Pecahan.”
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan penjelasan materi tentang pecahan. Avi dengan sabar menerangkan konsep dasar pecahan, cara menyederhanakan, serta bagaimana mengubah pecahan ke bentuk lain. Setelah itu, beliau memperkenalkan media permainan bernama Telur Pecahan, sebuah inovasi sederhana yang dikreasikan untuk menarik minat belajar siswa.
Telur Pecahan terbuat dari potongan kertas warna-warni yang dibentuk menyerupai telur. Masing-masing telur memiliki nomor tertentu, dan di baliknya tersembunyi soal-soal matematika seputar pecahan. Permainan ini dimainkan secara bergiliran, di mana setiap siswa maju ke depan kelas untuk memilih salah satu telur, membuka soalnya, lalu mencoba menjawab dengan benar di papan tulis.
Menurut Avi, pembelajaran dengan cara bermain seperti ini merupakan salah satu strategi agar siswa lebih mudah memahami materi abstrak seperti pecahan. “Dengan pembelajaran yang seperti ini anak-anak lebih mudah dalam memahami pelajaran, terlebih materi yang berkaitan dengan pecahan,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan semacam ini, siswa tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar bekerja sama, berani tampil di depan teman, serta berpikir cepat dalam memecahkan masalah.
Sementara itu, Raidil salah satu siswa kelas 6A dengan wajah ceria mengungkapkan kesan positifnya. “Senang belajar seperti ini, asyik dan materinya jadi mudah untuk dipahami,” katanya sambil tersenyum bangga.
Kegiatan belajar dengan permainan Telur Pecahan ini menunjukkan bahwa matematika tidak selalu harus diajarkan dengan cara konvensional. Dengan kreativitas guru dan semangat siswa, pelajaran yang sulit pun bisa diubah menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.
Melalui inovasi sederhana namun efektif ini, Durotun Nafisah, Kepala madrasah berharap agar siswa-siswi kelas 6A semakin mencintai matematika dan tidak takut lagi menghadapi materi pecahan. Kegiatan semacam ini juga menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang berkesan serta meningkatkan pemahaman siswa secara mendalam.(nas)







