Banjarnegara (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui Seksi Bimas Islam menggelar kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Penghulu dan Penyuluh Agama Islam, Rabu (6/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Dirurais Binsyar), Arsad Hidayat, dan diikuti oleh para penghulu serta penyuluh agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara.
Kasi Bimas Islam Slamet Wahyudi dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus peningkatan kapasitas bagi para penghulu dan penyuluh di era digital.
“Selain sebagai pembinaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai. Harapannya, dengan pembinaan dari Bapak Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, kompetensi dan profesionalisme ASN di lingkungan Bimas Islam Banjarnegara semakin meningkat,” ungkap Slamet.
Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Muh. Subhan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah. Ia menegaskan pentingnya semangat reformasi birokrasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kementerian Agama telah memberikan mandat yang jelas melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 186 Tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Mandat ini berlaku bagi seluruh satuan kerja hingga tingkat eselon III, termasuk Kemenag Banjarnegara,” ujar Subhan.
Dalam arahannya, Arsad Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap capaian Kemenag Banjarnegara dalam membangun tata kelola birokrasi yang baik.
“Birokrasi di Kementerian Agama Banjarnegara sudah sangat baik. Semoga pada tahun 2026, Kemenag Banjarnegara berkesempatan meraih predikat WBBM,” ucapnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa Ditjen Bimas Islam tengah menyusun program “Masjid Ramah untuk Pemudik”, yang akan diterapkan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami berharap Kemenag Banjarnegara ikut mensosialisasikan dan menerapkan konsep masjid ramah bagi pemudik agar para pelancong dapat beristirahat dengan nyaman,” tutur Arsad.
Selain itu, beliau menyoroti pentingnya peran penyuluh agama dalam meredam isu-isu keagamaan yang sering muncul di media sosial menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Penyuluh dan penghulu harus bersikap moderat, jangan menjadi kelompok yang keras atau provokatif. Sampaikan kepada masyarakat bahwa mengucapkan selamat Natal tidak mengubah akidah kita. Mari Banjarnegara menjadi garda terdepan dalam kampanye toleransi dan moderasi beragama,” pesannya.
Sebagai penutup, Arsad memperkenalkan program “The Wonder of Harmony” dari Ditjen Bimas Islam yang berfokus pada penguatan nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama.
“Kami ingin Banjarnegara, setelah sukses meraih WBK, dapat melangkah menuju WBBM dan menjadi contoh daerah yang toleran, harmonis, serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
(azd)

