Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025 sekaligus menyemarakkan kegiatan menuju Deklarasi dan Launching MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Kabupaten Banjarnegara, Madtsansa kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bagi seluruh siswanya. Pada Senin (10/11), melalui seluruh kanal media sosial resmi madrasah – Instagram, Facebook, dan WhatsApp Info Madtsansa – resmi dipublikasikan informasi Lomba Mading Kreatif antar kelas bertema “Pojok Remaja Madtsansa”.
Lomba ini menjadi salah satu kegiatan unggulan yang digagas oleh kelompok kerja Buletin, Poster, dan Mading Siaga Kependudukan, dengan Yuliana Rahmanti sebagai koordinator. Kegiatan ini mengajak seluruh kelas di lingkungan Madtsansa untuk menampilkan kreativitas mereka dalam menyampaikan informasi penting seputar isu remaja dan kesehatan, seperti pubertas, bullying, pernikahan dini, hingga bahaya NAPZA.
Dalam unggahan resmi yang disebarluaskan di media sosial, lomba ini disambut dengan antusias oleh para siswa. Desain poster berwarna cerah dengan judul “Lomba Mading Kreatif Pojok Remaja Madtsansa” menjadi daya tarik utama. Poster tersebut juga memuat keterangan waktu pengumpulan karya pada 15 November 2025, dan penilaian oleh juri pada 17 November 2025, dengan ajakan yang kuat: “Jadilah Kelas Terinformatif!”
Menurut Linara, Wakil Kepala Urusan Humas MTs Negeri 1 Banjarnegara, publikasi lomba ini tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Pahlawan, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan madrasah terhadap program Sekolah Siaga Kependudukan.
“Melalui lomba mading kreatif ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu-isu kependudukan dan kesehatan remaja secara menarik dan edukatif. Mading menjadi sarana yang efektif untuk menyuarakan pesan positif dari, oleh, dan untuk remaja Madtsansa,” ujar Linara.
Sementara itu, Yuliana Rahmanti, selaku koordinator kelompok kerja Buletin, Poster, dan Mading Siaga Kependudukan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial di kalangan pelajar.
“Kami ingin setiap kelas mampu menggali ide-ide yang inspiratif, informatif, dan relevan dengan dunia remaja. Mading adalah media yang dekat dengan siswa, sehingga pesan-pesan tentang kesehatan dan kependudukan dapat tersampaikan secara ringan tapi bermakna,” ungkap Yuliana.
Ia juga menambahkan bahwa setiap kelas wajib memuat enam konten utama dalam madingnya, di antaranya quotes inspiratif tentang bullying, pubertas, dan menghargai perbedaan, poster edukatif tentang anti-bullying dan isi piringku sehat untuk cegah stunting, puisi bertema pernikahan dini dan penanggulangan seks bebas, serta cerpen tentang bahaya NAPZA.
Antusiasme juga datang dari para guru wali kelas yang mendukung penuh kegiatan ini. Salah satunya adalah Elvira Ziaul Haque, wali kelas 7C, yang mengaku sudah mulai mengarahkan siswanya untuk bekerja sama membuat mading sejak informasi lomba dipublikasikan.
“Anak-anak terlihat bersemangat. Kami mulai membagi tugas, ada yang menulis puisi, ada yang menggambar poster, dan ada yang menata desain mading. Saya rasa kegiatan ini menjadi wadah positif untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menambah wawasan mereka,” tutur Elvira.
Ia juga menilai bahwa lomba ini dapat membentuk karakter tangguh dan peduli di kalangan remaja, sejalan dengan semangat Hari Pahlawan.
Sementara itu, Shafa, salah satu siswa kelas 8D, mengaku sangat tertarik dengan tema lomba kali ini. Menurutnya, isu-isu yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari.
“Kami ingin membuat mading yang bukan cuma indah, tapi juga bisa menyentuh teman-teman supaya lebih peduli dengan masalah bullying dan kesehatan remaja. Ini tantangan seru, karena kami harus berpikir kreatif dan bekerja sama,” ujarnya penuh semangat.
Lomba Mading Kreatif “Pojok Remaja Madtsansa” menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Menuju Deklarasi Sekolah Siaga Kependudukan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya membentuk generasi muda yang berpengetahuan, kreatif, dan peduli terhadap isu-isu sosial serta kesehatan.
Dengan semangat Hari Pahlawan, seluruh siswa Madtsansa diharapkan mampu menjadi “pahlawan muda” bagi diri sendiri dan lingkungannya, melalui karya-karya mading yang inspiratif, edukatif, dan penuh pesan moral.
“Menjadi pahlawan hari ini tak harus berperang di medan laga, tapi bisa dimulai dengan hal kecil seperti menyebarkan informasi yang baik dan bermanfaat bagi sesama,” tutup Linara dalam pesannya. (Fy/La)







