Banjarnegara – Suasana meriah tampak di acara Deep Learning Festival yang digelar di MI Miftahul Mubtadi’in Kaliwinasuh Selasa 11/11/2025 terutama ketika para siswi kelas 4 MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) menampilkan tari Saman, tarian tradisional khas Aceh yang terkenal akan kekompakan dan keindahan gerakannya. Dengan penuh semangat dan percaya diri, para penari cilik ini sukses memukau penonton dengan penampilan yang energik, serasi, dan mencerminkan cinta terhadap budaya tanah air.
Tari Saman yang dibawakan oleh siswi kelas empat ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga bentuk nyata pelestarian budaya Indonesia. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi, MIMUB tetap berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap seni tradisional kepada para siswanya melalui kegiatan seperti ini.
Calista, salah satu penari, mengaku sangat lega setelah tampil di panggung. “Alhamdulillah, sudah lega. Dari tadi deg-degan dan grogi takut salah,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa latihan yang dilakukan bersama teman-temannya memang cukup intens. “Latihannya seminggu tiga kali, cukup susah gerakannya karena harus kompak,” tambah Asa, siswa kelas empat lainnya.
Kekompakan dan keserasian gerakan yang ditampilkan tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan guru kelas, Merinda, Ia merasa bangga dengan penampilan anak didiknya. “Bangga sekali karena tingkat kesukaran untuk tarian ini lumayan tinggi. Alhamdulillah, siswa bisa tampil maksimal,” ungkapnya dengan penuh haru.
Melalui kegiatan ini, MI Miftahul Mubtadi’in kembali menegaskan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, salah satunya dengan melestarikan budaya Nusantara. Penampilan Tari Saman ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi penjaga sekaligus penerus budaya bangsa dengan cara yang kreatif, semangat, dan penuh kebanggaan.
Dengan tepuk tangan meriah dari penonton, penampilan Tari Saman oleh siswi kelas empat MIMUB menjadi salah satu momen paling berkesan dalam Deep Learning Festival tahun ini. Tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi untuk terus mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. (rs)







