Bersama Dwija Gita Swara, Tiga Guru Madtsansa Ikuti Latihan Intensif Jelang Peringatan HGN Tahun 2025

Banjarnegara (Humas) – Menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, tiga guru MTs Negeri 1 Banjarnegara ambil bagian dalam latihan intensif paduan suara bersama tim Dwija Gita Swara PGRI Kabupaten Banjarnegara. Ketiganya adalah Nurwachidin Supriyatno, Yuniyati, dan Linara yang dengan semangat tinggi mengikuti latihan yang digelar pada Kamis (13/11) di Aula Rumah Guru Sokanandi Banjarnegara.

Latihan ini merupakan bagian dari persiapan utama Dwija Gita Swara untuk tampil dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Banjarnegara yang akan digelar dalam waktu dekat. Paduan suara Dwija Gita Swara sendiri beranggotakan para guru terbaik dari berbagai satuan pendidikan di Banjarnegara yang memiliki minat dan kemampuan dalam bidang seni suara.

Ketua Bidang Seni PGRI Kabupaten Banjarnegara, Santosa, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para anggota Dwija Gita Swara, termasuk partisipasi aktif dari tiga guru Madtsansa.

“Latihan kali ini menjadi salah satu tahapan penting untuk mematangkan harmonisasi dan penampilan. Kami berlatih dengan sungguh-sungguh karena ingin mempersembahkan yang terbaik pada Hari Guru Nasional. Dwija Gita Swara bukan sekadar paduan suara, tetapi juga wadah silaturahmi dan pengembangan bakat seni para pendidik,” ungkap Santosa.

Menurut Santosa, Dwija Gita Swara dibentuk untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di kalangan guru, yang selama ini sering terkendala oleh padatnya tugas mengajar. Melalui kegiatan seperti ini, para guru dapat menyalurkan ekspresi seni sekaligus memperkuat solidaritas profesi.

Sementara itu, salah satu peserta dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, Nurwachidin Supriyatno, mengungkapkan rasa bangga dapat bergabung dalam latihan paduan suara Dwija Gita Swara.

“Ini pengalaman luar biasa bagi saya. Selain melatih kemampuan vokal, saya juga belajar bekerja sama dalam harmoni suara dengan rekan-rekan guru dari berbagai sekolah. Semangat yang dibawa dalam latihan ini benar-benar menular dan membuat kami semakin bangga menjadi bagian dari PGRI,” ujarnya.

Senada dengan itu, Yuniyati, yang juga merupakan wakil kepala urusan kurikulum Madtsansa, menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam tim paduan suara menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan seni di lingkungan pendidikan.

“Menjadi guru tidak hanya soal mengajar di kelas, tetapi juga bagaimana menumbuhkan semangat berkreasi dan berkolaborasi. Lewat paduan suara ini, kami belajar bahwa harmoni dalam musik sama pentingnya dengan harmoni dalam dunia pendidikan,” kata Yuniyati.

Sementara Linara, guru yang dikenal aktif dalam kegiatan seni di madrasah, menambahkan bahwa latihan yang dilakukan secara intensif memberikan pengalaman berharga dalam disiplin dan koordinasi tim.

“Latihannya cukup padat dan detail, tapi justru di situlah letak tantangannya. Kami berlatih vokal, teknik pernapasan, hingga ekspresi panggung. Semua diarahkan agar penampilan nanti bisa maksimal,” ungkap Linara antusias.

Latihan intensif Dwija Gita Swara kali ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti arahan pelatih, menyesuaikan nada, serta memperkuat kekompakan dalam menyanyikan lagu-lagu wajib yang akan dibawakan pada peringatan HGN. Beberapa lagu di antaranya adalah “Hymne Guru”, “Mars PGRI”, dan lagu-lagu perjuangan yang menggugah semangat pengabdian para pendidik.

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antar satuan pendidikan. Melalui pertemuan seperti ini, semangat solidaritas dan profesionalisme guru di Banjarnegara terus terjaga.

Dengan latihan yang semakin intensif menjelang puncak peringatan HGN Tahun 2025, Dwija Gita Swara diharapkan mampu tampil memukau dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta upacara. Para guru MTs Negeri 1 Banjarnegara pun berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam penampilan paduan suara, tetapi juga dalam kiprah mereka sebagai pendidik inspiratif di madrasah.

“Kami membawa semangat Madtsansa untuk terus berprestasi dan menginspirasi. Semoga penampilan nanti menjadi persembahan indah bagi semua guru yang telah berjasa bagi pendidikan bangsa,” tutup Nurwachidin Supriyatno penuh harap. (Fy/La)

Skip to content