Madtsansa Berpuisi Tampilkan Intan Nur Felani, Suarakan “Ia Meminjam Wajah Puisi” Karya Aya Canina

Banjarnegara (Humas) – Program kreatif Madtsansa Berpuisi kembali hadir dan menyapa seluruh warga MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui publikasi di seluruh media sosial resmi madrasah pada Sabtu (15/11). Pada episode kali ini, giliran Intan Nur Felani, siswi kelas 7B unggulan Sastra dan Seni, yang tampil membawakan puisi berjudul “Ia Meminjam Wajah Puisi” karya penyair Aya Canina. Penayangan episode ini kembali menjadi ruang apresiasi bagi siswa-siswi Madtsansa yang memiliki minat di bidang sastra, khususnya seni membaca puisi.

Dalam video yang diunggah, Intan tampak membacakan puisi dengan intonasi lembut namun penuh penekanan emosional. Puisinya sarat dengan citraan dan kedalaman makna, sehingga membutuhkan pembacaan yang ekspresif namun tetap terjaga kehalusan rasa. Intan berhasil menyampaikan hal itu sehingga puisi terdengar hidup dan menyentuh.

Wakil Kepala Madrasah urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, memberikan apresiasi atas konsistensi program Madtsansa Berpuisi yang terus memberikan ruang kreatif bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun rasa percaya diri, kepekaan bahasa, serta kecintaan siswa terhadap karya sastra Indonesia.

“Program Madtsansa Berpuisi bukan hanya sekadar konten kreatif. Ini adalah wadah pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan literasi siswa. Kami sangat bangga karena setiap episode memperlihatkan peningkatan kualitas penampilan dan pemahaman siswa terhadap puisi. Intan menunjukkan pembacaan yang matang, lembut, tetapi tetap kuat dalam penghayatan. Madtsansa akan terus mendorong siswa untuk berkembang melalui karya sastra,” ujar Ikhsanudin.

Senada dengan itu, pembina sastra Madtsansa, Linara, juga menyampaikan kebanggaannya. Ia menilai Intan termasuk salah satu siswa yang memiliki kepekaan estetika kuat serta ketertarikan mendalam pada seni suara dan puisi. Persiapan untuk penampilan kali ini pun dilakukan dengan serius, mulai dari memahami struktur puisi hingga mendalami makna metaforisnya.

“Intan adalah siswa yang cepat menangkap isi puisi dan mampu mengolahnya menjadi ekspresi suara yang halus. Puisi Aya Canina memiliki banyak lapisan makna, dan Intan berusaha membacanya dengan kesadaran terhadap setiap citraan yang muncul. Saya bangga melihat kerja kerasnya, dan saya berharap semakin banyak siswa yang terpacu untuk tampil di episode-episode berikutnya,” jelas Linara.

Sementara itu, Intan Nur Felani mengaku sangat senang sekaligus gugup ketika diberi kesempatan tampil sebagai pembaca puisi dalam program ini. Ia merasa terhormat dapat membawakan puisi seorang penyair muda dengan gaya bahasa yang khas dan penuh simbolisme.

“Awalnya saya gugup karena puisinya cukup dalam dan butuh penghayatan. Tapi saya berusaha memahami maksud tiap baitnya, lalu membacanya dengan perasaan. Saya senang sekali bisa menjadi bagian dari Madtsansa Berpuisi. Semoga teman-teman juga semakin suka membaca puisi,” tutur Intan.

Tidak hanya guru dan penampil, antusiasme juga datang dari para siswa lainnya. Shakira, siswi kelas 8E, memberikan komentar positif setelah menonton episode terbaru tersebut. Menurutnya, Intan mampu membuat puisinya terasa hidup dan memunculkan rasa penasaran bagi penonton untuk membaca karya-karya lain dari penyair Aya Canina.

“Penampilan Intan keren banget. Cara dia membaca puisinya membuat saya ikut terbawa suasana. Jadi ingin ikut belajar membaca puisi juga. Program seperti ini bikin kami punya hiburan yang mendidik dan bermanfaat,” ungkap Shakira.

Dengan terus bertambahnya jumlah penonton dan apresiasi setiap kali konten dipublikasikan, program Madtsansa Berpuisi semakin menunjukkan perannya sebagai ruang kreatif sekaligus sarana pembelajaran seni yang efektif. Madrasah berharap kegiatan ini dapat mempertahankan semangat literasi siswa dan terus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap keindahan bahasa.

Episode kali ini pun menjadi bukti bahwa Madtsansa tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat seni yang memperkaya karakter siswa. Melalui suara Intan, puisi “Ia Meminjam Wajah Puisi” hadir sebagai sebuah pengalaman estetis yang membuka ruang imajinasi bagi siapa pun yang mendengarnya. (Fy/La)

Skip to content