Kepala KUA Pandanarum Dampingi Penyuluh Agama Kalibening Berikan Trauma Healing bagi Pengungsi Longsor di Empat Titik Lokasi

Banjarnegara (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pandanarum yaitu Mutolib, turun langsung mendampingi para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kalibening dalam kegiatan penyuluhan dan trauma healing bagi warga terdampak bencana tanah longsor. Pelayanan ini dilaksanakan secara serentak di empat titik pengungsian pada Selasa (18/11), sebagai bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap kondisi psikologis warga setelah musibah terjadi.

Kegiatan trauma healing ini dilakukan menyusul peristiwa longsor yang memaksa puluhan keluarga mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. Banyak warga, terutama anak-anak dan lansia, mengalami tekanan mental akibat suara longsor, kehilangan harta benda, serta ketidakpastian kondisi lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Mutolib bersama para penyuluh agama memberikan bimbingan rohani, penguatan mental, serta ruang bagi warga untuk mengekspresikan rasa takut dan cemas yang mereka alami. Melalui pendekatan dialogis, permainan sederhana, serta materi motivasi, para penyuluh berupaya membantu warga mengurangi rasa trauma dan kembali merasa aman.

Mutolib menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama tidak hanya untuk memberikan hiburan semata, tetapi juga memastikan para pengungsi memperoleh pemahaman keagamaan yang dapat menenangkan hati di tengah ujian. 

“Kegiatan ini bertujuan agar para pengungsi tidak merasa sendirian. Kami hadir untuk memberikan ketenangan, menghibur, sekaligus menanamkan kesadaran spiritual agar mereka tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah,” ujarnya.

Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa lega setelah mendapatkan kesempatan untuk bercerita dan menerima penguatan dari penyuluh agama. Anak-anak pun diajak berinteraksi melalui permainan edukatif yang bertujuan mengalihkan pikiran dari rasa takut akibat bencana.

Kegiatan trauma healing ini menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam membantu proses pemulihan pascabencana. Di tengah kondisi lapangan yang masih rawan dan cuaca yang tidak menentu, memberikan rasa aman bagi pengungsi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan selain kebutuhan logistik.

“Kehadiran penyuluh agama setidaknya dapat mengurangi beban batin masyarakat. Longsor bukan hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga meninggalkan bekas psikologis. Ini yang kami coba bantu pulihkan,” tambah Mutolib. 

(ev/ azd)

Skip to content