Rakor dan Pembinaan IPARI Tekankan Profesionalitas: Penyuluh Harus Jadi Obor Penerang

Banjarnegara (Humas) – Rapat Koordinasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara digelar pada Rabu (19/11/2025), di Aula Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran. Kegiatan yang diikuti penyuluh agama Islam, Buddha, Kristen, dan Katolik ini diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IPARI, yang menambah semangat para penyuluh.

Rakor ini diselenggarakan sebagai sarana konsolidasi antara penyuluh  yang berada di bawah Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, guna meningkatkan profesionalitas dan soliditas dalam pelayanan di masyarakat. Kegiatan dilaksanakan oleh IPARI bekerja sama dengan KUA Pejawaran dan Pemerintah Desa Giritirta.

Sambutan pertama disampaikan Kepala Desa Giritirta, yang mengapresiasi peran penyuluh dalam kampanye pencegahan nikah anak. Ia menyoroti masih adanya warga yang menikah di usia 15 tahun setelah disidangkan di pengadilan, padahal belum memiliki KTP. Ia berharap penyuluh lebih masif memberi edukasi. 

Sementara itu, Kepala KUA Pejawaran, H. Wahid Saifudin, mengingatkan pentingnya menikmati tugas dimanapun ditempatkan. “Semakin sering pindah, semakin banyak saudara,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penyuluh adalah bagian dari KUA sehingga wajib menjaga koordinasi dan kekompakan. 

Puncak pembinaan disampaikan Kasi Bimas Islam, H. Slamet Wahyudi, yang menegaskan bahwa penyuluh harus menjaga keprofesionalan. “Jangan menjadi pengobar yang memicu konflik, tetapi jadilah obor yang menerangi masyarakat,” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan doa bersama, serta diakhiri musyawarah program kepenyuluhan. 

(dr/ azd)

Skip to content