Di Tengah Tanggap Darurat Longsor Situkung, Kepala KUA Pandanarum Tetap Berikan Pelayanan Pernikahan Tanpa Terhambat

Banjarnegara (Humas) – Mutolib selaku Kepala KUA Pandanarum sekaligus Ketua Pos Keagamaan Bencana Longsor Situkung, kembali menunjukkan profesionalitas dan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas negara. Pada Kamis (20/11) di tengah kesibukan menangani berbagai kebutuhan darurat akibat bencana longsor, ia tetap melaksanakan pelayanan pernikahan kepada warga yang telah terjadwal.

Sejak ditetapkan status tanggap darurat, Mutolib menjadi salah satu tokoh kunci dalam penanganan aspek keagamaan. Ia mengoordinasikan tim pemulasaran jenazah, layanan rohani untuk para penyintas, pendataan fasilitas ibadah terdampak, hingga memastikan kegiatan ibadah berjalan layak di tempat pengungsian. Meskipun demikian, padatnya aktivitas kemanusiaan tidak menghalanginya untuk tetap menjalankan tugas rutin di KUA.

Pada hari yang sama, Mutolib meluangkan waktu khusus untuk memimpin pelaksanaan akad nikah yang telah direncanakan jauh sebelumnya. Menurutnya, pelayanan pernikahan adalah amanah negara yang harus tetap diberikan kepada masyarakat, apa pun situasinya.

“Pelayanan masyarakat tidak boleh terabaikan. Bencana bukan alasan untuk menghentikan tugas-tugas pokok KUA. Justru dalam kondisi sulit seperti ini, kita harus tetap hadir dan menjaga profesionalitas,” ujar Mutolib usai melaksanakan prosesi akad.

Prosesi akad nikah berlangsung sederhana namun khidmat. Meskipun dilakukan di tengah atmosfer duka bencana, Mutolib memastikan seluruh prosedur sesuai ketentuan Kementerian Agama: mulai dari pemeriksaan dokumen, kehadiran saksi, kelengkapan administrasi, hingga pembacaan ijab kabul. Semua berjalan tertib dan tanpa hambatan berarti.

Selain memberikan layanan teknis, Mutolib juga memberikan nasihat pernikahan singkat kepada kedua mempelai. Ia berpesan agar pasangan tetap menjaga rumah tangga dengan penuh kesabaran dan saling mendukung, terutama di tengah ujian dan kondisi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana.

Sikap profesional Mutolib mendapat apresiasi dari keluarga mempelai dan warga setempat. Kehadirannya di tengah padatnya jadwal penanganan bencana memberikan rasa aman sekaligus membuktikan bahwa negara tetap hadir memberikan layanan publik terbaik, meski di tengah situasi darurat.

Melalui ketegasan dan keteladanannya ini, KUA Pandanarum memperlihatkan bahwa layanan keagamaan tidak hanya sebatas tugas administrasi, tetapi juga bagian dari pengabdian sosial yang harus tetap berjalan meskipun berada dalam situasi penuh tantangan.

(ev/ azd)

Skip to content